Acara class meeting diakhir semester

Acara class meeting

Pada akhir semester ganjil di sekolahku akan mengadakan acara class meeting. Untuk mengisi kekosongan waktu setelah melaksanakan ulangan akhir semester. Dan untuk memeriahkan suasana pondok pesantren sebelum semua santri melaksanakan liburan semester.

Acara itu akan diikuti oleh semua penghuni pondok pesantren termasuk para guru-guru. karena pada saat itu jumlah santri di pondok pesantren masih sedikit. Dan agar bisa lebih dekat dan lebih mengenal kepada para santri.

Rencananya kegiatan ini akan dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut. Karena waktu yang dimiliki dan disediakan pihak pondok hanya tiga hari. Maka dari itu para guru yang bertanggung jawab merangkum acara sesingkat mungkin.

Hari pertama class meeting

Setelah angkatan kami selesai melakukan diskusi untuk menetukan pemain pada setiap lomba. Kami memilih berdasarkan kemampuan yang dimiliki setiap anak. Agar bisa mendapatkan hasil yang terbaik dan bisa menjadi juara umum pada acara tersebut.

Memasuki hari pertama kegiatan class meeting lomba yang dilaksanakan adalah olah raga individu. Tetapi untuk lomba yang memerlukan keerjasama tim maka diadakan pengundian. Tetapi untuk satu hari ini khusus untuk melaksanakan kegiatan yang bersifat individu.

Lomba Push Up

sumber:pexels.com

Pagi hari pukul 08.00 WIB setelah sarapan kami segera berkumpul di halaman untuk persiapan acara. Tetapi pada hari ini aku tidak mengikuti lomba apapun karena suatu masalah. Masalahnya adalah yang dilaksanakan pada saat ini adalah lomba tentang kekuatan fisik.

Daripada kalah dari yang lain mending nggak ikut dan menyerahkannya kepada yang lebih bisa diandalkan. Tetapi jangan dibayangkan bahwa lomba kekuatan fisik itu berkelahi dan tawur antar kelas. Tetapi yang aku maksud adalah seperti push up, sit up dan panco.

Lomba pertama yang akan dilaksanan pada hari itu adalah push up. Dan untuk kesempatan kali ini aku ditunjuk untuk menjadi wasit. Dan aku mulai memanggil perwakilan dari masing-masing kelas agar mempersipakan diri dan juga mental.

Setelah semua perwakilan telah bersiap-siap, aku segera memulai kegiatan itu agar tidak terlalu panas. Setelah kegiatan dimulai suasana menjadi sangat meriah karena para supporter mulai angkat bicara. Mereka menyebut nama yang menjadi perwakilan kelasnya agar lebih semangat.

Tapi ditengah pelaksanaan lomba ada yang protes karena merasa dirugikan dengan keputusanku. Tetapi aku tidak terlalu menghiraukan apa yang dia katakan kepadaku. Tetapi sebagai pemutus perkara aku berhak untuk membuat keputusan walau ada yang tidak terima.

Dan kembali melanjutkan lomba walau sempat diprotes. Dengan pertarungan yang sangat sengit, tetapi karena tenaga yang mulai habis mulai banyak yang gugur. Untuk lomba kategori kali ini yang menjadi pemenang adalah perwakilan dari kelasku.

Lomba Sit Up

sumber:blogsport.com

Setelah lomba pertama selesai dilaksanakan segera dilanjutkan menuju lomba selanjutnya yaitu sit up. Tetapi untuk kali ini aku tidak ditunjuk sebagai wasit karena merasa ada yang dirugikan. Walaupun begitu aku tidak merasa minder atau kecil hati dalam acara itu.

Walaupun berbeda yang dilombakan tetapi yang menjadi perwakilan untuk kelasku tetap anak yang sama. Karena menurut kami dia adalah orang yang kuat dan memiliki tekad yang kuat. yah aku berharap saja agar dia bisa kembali memenangkan kelas kami dalam lomba ini.

Walaupun tenaganya sudah digunakan untuk lomba yang pertama tetapi dia tetap semangat. Karena aku sedang tidak menjadi wasit maka aku mendukung dari pinggir lapangan. Dengan menyebut namanya berkali-kali agar semangatnya membara.

Walaupun dengan sisa tenaga yang ada dan harus melewati pertarungan yang sengit dia kembali menang. Dan kami berlari untuk menghampirinya untuk mengucapkan selamat dan berterima kasih. Dan aku berkata kepadanya ”kamu tidak akan menang tanpa ada dukungan dariku” sambil bercanda.

Lomba Panco

sumber:blogsport.com

Dengan rasa bahagia karena telah bisa memenangkan dua lomba sekaligus yang menjadikan mental kami naik. Dengan penuh keyakinan kami melanjutkan langkah kami. untuk menghadapi musuh dan memenangkannya sekali lagi agar bisa menjadi juara umum.

Untuk lomba yang satu ini yang menjadi perwakilan kelas kami berbeda dari lomba sebelumnya. karena tampak dari wajahnya terlihat bahwa dia sudah mulai lelah. Dan untuk memberikan kesempatan kepada yang lain untuk turut berkontribusi dalam acara ini.

Karena telah memenangkan dua lomba sebelumnya maka kami datang dengan penuh keyakinan. Yang akan menjadi musuh pertama yang akan kami hadapi adalah adek kelas kami. Dengan mudah temanku bisa mengalahkannya tanpa banyak memberikan banyak perlawanan.

Tinggal menunggu pemenang pertandingan yang lain yang mempertemukan kakak kelas dan perwakilan guru. Yah aku berharap dari perwakilan guru bisa mengalahkan kakak kelas kami. Karena kakak kelas kami memiliki badan yang besar dan sulit dikalahkan.

Tetapi apa yang aku harapkan tidak terwujud karena memang kakak kelasku sangat kuat. yah aku berharap saja temanku bisa mengalahkan kakak kelasku. Tetapi temanku maju dan bersiap untuk melawan kakak kelasku.

Dan pertarungan yang terjadi terlihat sangat sengit dan para penonton mulai tegang. Yah seperti yang aku lakukan sebelunnya aku kembali memberi semangat dari pinggir lapangan. Untuk yang kedua kalinya temanku bisa memenangkan lomba karena dukungan yang telah aku berikan.

Setiap yang mendapatkan juara mendapat 3 poin, juara dua 2 poin, juara tiga 1 poin. Karena telah mengumpulkan 9 poin dan tinggal 3 lomba. Maka jika kelas kami bisa memenangkan 1 lomba lagi bisa dipastikan kami akan mendapatkan juara.

Lomba Voli

sumber:pixabay.com

Tetapi entah apa yang terjadi banyak teman-temanku yang mendadak mengalami sakit. Padahal pada pagi hari ini kami harus mengikuti Lomba Voli. Karena banyak dari kami yang sedang sakit maka kami mengubah rencana permainan.

Dengan segala kekurangan dari segi pemain kami tetap bermain dengan penuh keyakinan. Untuk pertandingan pertama yang harus kami hadapi adalah para guru. Karena dengan segala kekurangan kami merasa kesulitan untuk mengalahkan guru-guru.

Tetapi pada akhirnya kami bisa mengalahkan, dengan melewati tiga set. Dan menunggu pemenang dari pertandingan lainnya antara kakak kelas dan adik kelas kami. Dan pertandingan dimenangkan oleh kakak kelas kami, yang akan menjadi lawan kami difinal.

Pertandingan dilaksanakan pagi itu juga untuk mempersingkat waktu. Dengan keadaan tersebut kami tidak bisa mengimbangi kakak kelas yang bermain bagus. Karena bermain dengan kekuatan penuh kami dapat dikalahkan dengan mudah tanpa perlawanan.

Dengan perasaan agak kecewa kami meninggalkan lapangan permainan.  Harapan kami bisa lebih baik untuk kedepannya dan bisa meraih kemenangan pada acara ini. Dan saingan terbesar yang kami hadapi dalam acara ini adalah kakak kelas kami.

Lomba Sepak Bola

 

sumber:pexels.com

Lomba selanjutnya adalah pertandingan Sepak Bola antar kelas. Dan yang menjadi lawan kami dalam pertandingan pertama adalah para guru. Karena teman-temanku banyak yang sakit maka kami memainkan sisa dari teman-teman yang tersisa.

Walaupun ada dari sebagian teman-teman yang tidak pernah bermain sepak bola. Tetapi mau gimana lagi daripada nggak main dan dianggap kalah. Yah mending main dulu, siapa tau bisa memenangkan pertandingan dan mendapat juara umum.

Tetapi harapan kami kembali sirna karena para guru-guru bisa mengalahkan kami dipertandingan awal. Yah kami hanya bisa mendapatkan juara ketiga apabila bisa menang melawan adik kelas kami. Bukannya menang tetapi kami malah kalah dengan skor yang telak.

Tinggal satu lomba yang tersisa, apabila kami bisa memenangkan lomba ini kamilah yang akan meraih kemenangan. Atau setidaknya jika kakak kelas kami mendapatkan juara kedua kami yang akan menang. Akan tetapi jika mereka bisa mendapat juara pertama mereka akan mendapat juara.

Lomba Tarik Tambang

sumber:pixabay.com

Yang akan menentukan pemenang dalam acara ini ada pada perlombaan Tarik Tambang. Lawan kami yang pertama adalah kakak kelas kami. Apabila kami bisa memenangkan pertandingan ini maka kami juara. Begitu juga sebaliknya jika kalah tamatlah nasib kami.

Ketika melihat pemain dari kakak kelas kami mental kami menjadi turun drastis. Karena yang akan melawan kami orang-orang yang berbadan besar. Sedangkan kami hanya memanfaatkan teman-teman yang tidak sakit itupun badanya kecil semua.

Bisa dipastikan bahwa yang akan menjadi pemenang pada lomba ini adalah kakak kelas kami “pikirku”. Dan betul apa yang menjadi dugaanku bukan hanya dikalahkan tetapi kami dibuat malu. Karena kami tidak bisa memberikan perlawanan walaupun hanya sedikit.

Harapan kami agar para guru-guru bisa memenangkan pertandingan difinal nanti. karena jika mereka kalah mereka akan mendapatkan juara kedua pada acara ini. Tetapi mereka terlalu tengguh untuk dikalahkan meskipun untuk para guru.

Harapan kami agar bisa menang dan menjadi juara umum benar-benar telah sirna. Walaupun kalah tetapi tidak apa-apa karena kami telah berusaha yang terbaik. Mungkin ini menjadi awal dari kemenangan kami, agar kami terus berusaha.

Penyerahan hadiah

psumber:pixabay.com

Dan acara yang terakhir adalah pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah. Walau tidak diumumkan semua sudah mengaetahui bahwa yang menjadi pemenang adalah kakak kelas kami. Karena mereka menghitung sendiri poin yang telah dikumpulkan.

Selain pengumuman juga akan ada pembagian hadiah kepada pemenang dan kepada yang nggak menang. Walaupun tidak menang tetapi setidaknya masih mendapatkan juara kedua, kan lumayan. Kalo dapet hadiah bisa dinikmati bersama.

Karena kami berjuang bersama-sama, walau ada juga yang nggak bermain sama sekali. Tetapi kami berbaik sangka dia mendukung dan mendoakan kepada para pemain dari belakang. Dan untuk menjaga ukhuwah pada diri kita masing-masing khususnya angkatan kami.

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan komentar