Hewan Ovovivipar, Ciri Khas dan Jenisnya

hewan ovovivipar

Hewan Ovovivipar adalah hewan yang memiliki proses berkembang biak dengan cara bertelur dan beranak. lain halnya dengan hewan Ovipar yang salah satu cara berkembang biakkan hewan dengan cara bertelur.

Ovovivipar Embrionya sendiri akan berkembang di dalam telur dimana masih di dalam tubuh induknya hingga sampai akhirnya menetas. Setelah menetas, maka individu tersebut akan keluar dari tubuh induknya.

Ciri Hewan yang Berkembang Biak Dengan Bertelur dan Beranak

Vivipar sebenarnya tidak memiliki ciri-ciri khusus namun yang membedakannya adalah saat terjadi proses pembuahan.

Kemudian menjadi telur dan pada akhirnya akan menetas dimana semuanya ini terjadi di dalam tubuh induk. Setelah melalui proses tersebut maka akan akan dikeluarkan atau istilah lainnya adalah melahirkan anak.

Adapun yang menjadi ciri khas dari binatang ovovivipar adalah embrionya yang berkembang biak serta tumbuh di dalam induknya. Adapun cadangan makanan yang didapat embrio berasal dari dalam telur tersebut.

Jadi, meskipun masih didalam tubuh induknya namun didapat dari telur. Produksi individu baru dari binatang ovovivipar itu dilakukan secara generatif atau proses seksual.

Dimana, hasil dari pembentukan secara generatif atau seksual nantinya menghasilkan zigot. Kemudian zigot tersebut akan menjadi betina saat ovum betina dan sperma jantan bertemu.

Selanjutnya, terjadi pembuahan dan membentuk telur. Didalam telur itu nantinya embrio tumbuh dengan sempurna disebabkan adanya cadangan makanan.

Jenis hewan ovovivipar yang berkembang biak dengan cara bertelur dan beranak adalah:

Kadal

Sumber : kompasiana.com

Kadal adalah kelompok reptilia yang bersisik serta berkaki empat yang tersebar di belahan dunia manapun. Kelompok ini dikenal sebagai subordo atau disebut dengan anak bangsa Lacertilia yang adalah anggota dari bangsa reptil bersisik yaitu ular.

Secara umum memang kadal akan berkembangbiak dengan cara bertelur. Namun, karena banyak jenisnya maka beberapa diantaranya justru berkembang biak dengan cara ovovivipar.

Adapun siklus kehamilan mereka sama halnya dengan iguana. Termasuk, jangka waktu yang sama yaitu sekitar 90 hingga 100 hari.

Namun, tetap ada perbedaan yang mendasar antara reproduksi iguana dengan kadal.  Kalau pada umumnya, iguana betina tidak mau didekati dengan siapapun bahkan cenderung lebih agresif dan lebih menyendiri saat sedang hamil.

Hal ini tidak berlaku pada kadal dimana mereka justru memberikan perlindungan satu dengan yang lainnya. Bahkan saat calon bayi akan keluar, biasanya sang jantan akan memberikan perlindungan dan bertindak sangat agresif.

Ikan Hiu

Sumber : brilio.net

Ikan Hiu merupakan sekelompok ikan yang memiliki kerangka tulang rawan cukup lengkap serta tubuh yang ramping. Ikan ini bernapas dengan menggunakan lima liang insang yang ada di samping,

Untuk proses berkembang biaknya tidak berbeda jauh dengan ikan pari, dimana dalam sekali kehamilan biasanya mereka menghasilkan 5 hingga 20 calon bayi.

Ikan Pari

Sumber : klikdokter.com

Ikan ini adalah salah satu jenis spesies terbesar di dunia. Adapun lebar tubuhnya mulai ujung sirip dada hingga ke ujung sirip lainnya biasanya hampir 7 meter. Bahkan, besar kemungkinan lebih atau pernah mencapai hingga 9,1 meter.

Untuk proses berkembangbiak biasanya diawali dengan ikan pari jantan dan betina melakukan pembuahan. Dimana nantinya akan menghasilkan telur yang tidak langsung dikeluarkan. Tapi, telur ini nantinya akan disimpan didalam tubuh induknya hingga embrionya tumbuh sempurna.

Setelah mencapai titik optimal maka telur tersebut akan dikeluarkan dari dalam perut induknya. Uniknya, saat tahap pembuahan mereka membutuhkan waktu yang cukup singkat. Atau, sekitar 90 detik untuk melakukan pembuahan.

Namun, untuk masa kehamilan justru memerlukan waktu 9 hingga 12 bulan. Adapun jumlah anak yang dihasilkan sekitar 5 hingga 9 anak.

Kuda Laut

Sumber : okezone teckhno.com

Kuda laut adalah termasuk jenis ikan yang ada di laut dan dari genus Hippocampus serta famili Syngnathidae. Hewan hadir dengan ukuran yang cukup bervariasi yaitu antara 16 mm hingga 35 cm dan bisa didapat di perairan tropis . Kuda laut adalah satu-satunya spesies dimana jantan dapat hamil.

Ya, kuda laut jantan ini mempunyai sebuah kantong yang ada di dalam tubuhnya dimana nantinya akan digunakan untuk menyimpan dan mengerami sel telur. Tujuannya adalah saat pembuahan terjadi saat induk betina telah matang maka akan disalurkan ke kantung sang jantan.

Untuk jumlah telur yang dihasilkan sekitar  50-200 butir dimana hal ini tergantung dari ukuran serta usia kuda laut. Sementara itu, waktu mengandung dibutuhkan kurang lebih 10-14 hari.

Ular

Hewan reptilia yang tidak berkaki serta memiliki tubuh yang panjang ini akan lebih agresif saat musim kawin tiba. Saat menginjak usia 2 hingga 3 tahun, maka ular sudah dalam keadaan siap kawin.

Saat melakukan pembuahan maka telur akan disimpan di tubuh induk betina dan akan langsung menetas.

Untuk sekali kehamilan akan menghasilkan sekitar 10 hingga 40 telur yang memiliki ukuran panjang sekitar 50 hingga 60 cm. Sementara itu, waktu yang dibutuhkan untuk mengandung adalah sekitar 6 bulan.

Bunglon

Sumber : mongabay.com

Hewan ovovivipar lainnya adalah Bunglon dimana untuk proses reproduksinya akan menghasilkan embrio terlebih dahulu serta disimpan dalam bentuk telur.

Saat telur tersebut berkembang biak mencapai titik optimal maka barulah akan dikeluarkan. Dan jangka waktu yang dibutuhkan adalah sekitar 5 hingga 6 minggu.

Iguana

Sumber ; kuyahejo.com

Iguana hidup di daerah tropis Amerika Selatan,  Amerika Tengah Selatan serta kepulauan Karibia. meskipun hewan ini terlihat menakutkan akan tetapi hewan ini masuk kelompok hewan herbivora.

Biasanya, betina dewasa yang sehat akan mulai bertelur tanpa ada jantan untuk melakukan proses pembuahan. Kebanyakan iguana betina akan dewasa saat berumur antara dua hingga empat tahun. Disaat itulah folikel atau telur kecil akan berkembang di ovarium.

Selama masa kehamilan, hewan Ovovivipar yaitu iguana tidak akan makan selama 3 hingga 6 minggu sebelum telur tersebut diletakkan. Hal ini disebabkan ruang didalam perut cukup kecil sehingga tidak bisa memuat makanan lagi.

Leave a Comment