Jalan Menuju Kebaikan

Jalanku Menuju Sebuah Hidayah

blogsport.com
                                                                    blogsport.com

Dalam dunia islam pasti kita tidak asing dengan yang namanya hijrah.karena rasulullah shallallahu alaihi wasallam sendiri pernah melakukan hijrah,tatkala dakwahnya ditentang oleh kaumnya sendiri.atas petunjuk yang allah wahyukan kepada rasulullah,maka rasulullah memilih Yasrib sebagai tempat yang akan dituju,dengan harapan dakwahnya disana dapat diterima.

Tetapi hijrah yang ku alami ini berbeda dengan yang dilakukan oleh rasulullah shallallahu alaihi wasallam.yang harus meninggalkan kota tercinta menuju tempat yang asing bagi beliau.jalan hijrah ku adalah sekolahnya aku di pondok pesantren.kedengerannya sederhana,tapi untuk bisa bertahan butuh mental yang kuat lho.

Awalnya emang gak nggak ada rencana untuk sekolah di pondok pesantren.boro-boro mau sekolah kesana la wong tau namanya aja geli kok.karena kalo setauku dulu anak pesantren itu ndeso,kemproh,alim trus yang paling penting mereka ketinggalan jaman.

Sebenernya,saat mendengar rencana orang tua yang akan menyekolahkan aku di pondok langsung aja aku bilang “aku emoh sekolah neng pondok”. Tetapi dengan mudahnya mereka menjawab “yowes nek wegah gak usah sekolah pisan ae”.aku kaget mendengar jawaban mereka aku berfikir apa mereka gak sayang lagi sama aku. hehe

Dari pada nggak sekolah,yaudah aku terpaksa sekolah di pondok pesantren.walaupun telah setuju aku gak mau teman-temanku tau kalo aku sekolah di pondok.kalo ketahuan bisa di bully habis-habisan.karna masak anak gaul sekolahnya di pondok pesantren.hehe

Kalo ditanya mau sekolah dimana aku jawab aja mau sekolah di Surabaya.dan dengan lugunya mereka percaya dengan apa yang aku katakan.ya jawaban itu aku buat bukan dengan maksud untuk menipu mereka.tapi agar harga diriku gak jatuh aja dihadapan meraka.

Ketika diberi tahu progam yang ada di pondok itu aku rasanya gak percaya aja.karena salah satu program yang dijalankan disana adalah hafalan al-Qur’an.menghafal al-Qur’an? Ngaji aja nggak pernah kok malah disuruh menghafalkan al-Qur’an.gak mungkin,gak mungkin,dalam batinku.

Tapi ibarat nasi telah menjadi bubur,gak kaya di komputer yang bisa di undo kapanpun dia mau.tapi nggak papalah kalo gak luluskan bisa nyalahkan orang tua.tinggal bilang aja sudah tau gak mau mondok kenapa tetap aja dipaksa “kataku didalam hati”.

Disatu sisi aku kurang berminat dengan pondok pesantren.tetapi disisi lain orang tuaku sangat antusias untuk dapat menyekolahkan anaknya tercinta di pondok pesantren.buktinya sebelum berangkat ke pesantren semua yang aku inginkan diberikan.seperti baju,jaket dan masih banyak deh pokoknya.dan tidak cuma itu mereka juga memberikan sedikit motivasi.

                                                                                          blogsport.com

Dan akhirnya waktu yang ditentukan telah datang.orang tuaku mengantarkan aku dan mengucapkan sedikit kata-kata yang sangat singkat “sing krasan ya le”.ku jawab aja iya,padahal didalam hati ada perasaan yang gak enak.tapi mau gimana lagi daripada gak sekolah,mau ngapain di rumah.mau kerja juga masih kecil,pokoknya itu jalan satu-satunya deh gak ada jalan lain lagi.

Kemudian mereka pamit kepadaku dan segera pulang kerumah.dan setelah itu tidak ada orang yang aku kenal.maklum kalo masih jadi murid baru pasti malu untuk memulai pembicaraan.pasti lama-kelamaan kenal juga “pikirku dalam hati”.pikir aja tinggal bareng makan bareng tidur bareng.masak gak kenal kan lucu,tinggal menunggu waktu aja pikirku.

Benarkan apa yang aku pikirkan,tidak butuh waktu lama aku dan teman-temanku sudah akabrab satu sama lain.mereka sangat baik dan ramah sehingga aku mulai lupa dengan teman-temanku yang ada di rumah.dan mulai nyaman dengan teman-temanku yang baru.

Walaupun aku sudah mulai enjoy dengan keadaan di pondok tetap saja kalo aku pengen segera untuk pulang kerumah.dan aku pernah mencoba untuk izin pulang kerumah tetapi dari pihak pesantren tidak mengizinkan karena di anggap aku masih baru.tidak hanya sekali,tapi aku terus mencoba untuk izin tetapi jawabanya juga sama.

Dan itu adalah salah satu hal yang membuat aku tidak kerasan untuk sekolah di pondok.tetapi aku berfikir toh disini temannya baik-baik.masak punya teman baik ditinggalin kan rugi,kalo sewaktu-waktu butuh bantuankan bisa minta tolong pada mereka.hehe

Setelah KBM mulai berawal kondisinya jadi berubah total.yang awalnya para santri masih bebas melakukan aktivitasnya.mulai saat itu para santri sudah mulai diatur oleh peraturan pondok sepenuhnya.jujur saja aku sangat keberatan dengan peraturan yang mereka buat.seenaknya saja mau mengaturku,siapa kalian?pikirku dalam hati.

Karena tidak setuju dengan peraturan yang mereka buat,iya mau taat itu susah.dan lebih banyak gak taatnya.dan kerena sering gak taat  dan tidak patuh akhirnya banyak hukuman yang aku terima.kalo dipikir-pikir bukannya malah untuk tapi malah capek.(kalo dihukum terus)

Iya akhirnya waktu yang berbicara,lama-kelamaan yang tadinya aku sering memberontak dengan peraturan yang diterapkan pelan-pelan aku bisa menerimanya.entah karna faktor apa yang bisa membuat hati luluh seperti itu.apa mungkin faktor kebiasaan atau faktor hidayah dari allah.

Dan tidak sedikit dari temanku yang keluar dari pondok.dengan berbagai alasan ada yang nggak betah inilah itulah pokoknya banyak deh.awalnya hal itu sedikit mempengaruhi aku juga,setelah melihat beberapa teman akrabku pindah terbesit di dalam hatiku juga pengen pindah dari sana.

wajar saja kalo mereka banyak yang keluar.karena ujian yang dihadapi saat pondok pesantren sangat sulit. dan saat kita menghadapinya kita menghadapinya sendiri tanpa bantuan lain seperti orang tua kita teman kita.apabila kita dapat menghadapinya maka kita  orang atau anak yang betah di pondok adalah orang-orang pilihan.

                                                                             pexels.com

Tapi untuk bisa beradaptasi dengan kondisi seperti itu tidak membutuhkan waktu yang lama.sekali lagi saya katakan berubah itu butuh waktu dan kemauan.setelah ditinggal oleh teman-temanku malah aku menjadi lebih semangat lagi untuk belajar.

Yang tadinya sering males-malesan untuk menghafalkan al-quran setelah kejadian itu aku mulai senang denngan al-quran.yang tadinya sering membantah dan sering melanggar seiring berjalannya waktu kebiasaan buruk itu hilang dengan sendirinya.

Dan setelah kejadian itu hari hari-hariku berubah menjadi lebih baik lagi.di dalam hatiku mulai tertanam kecintaaan terhadap pondok pesantren.yang dulunya tempat yang aku kira tempat yang buruk tapi setelah menjalani kehidupan dan menuntut ilmu di sana aku menjadi tau bahwa pesantren adalah tempatnya orang yang baik.

Dan akhirnya waktu yang telah dinantikan datang juga.hari dimana aku dan teman-temanku lulus dari pondok pesantren.rasanya lega hati ini setelah menghapadi banyak ujian yang begitu sulit, akhirnya aku bisa melewatinya.betapa senangnya dan bangganya.

Tetapi berhasilnya aku keluar dari masalah-masalah itu bukan semata-mata karena aku hebat dan kuat.tetapi apabila aku tidak mendapatkan pertolongan dari allah dan mendapatkan motivasi-motivasi dari temanku maka aku tidak mungkin bisa berhasil untuk melewati masalah-masalah tersebut.

Pada intinya saya sarankan kepada teman-teman yang ingin berhijrah pilihlah pondok pesantren.karena berhijrah itu buka sesuatu yang mudah.berhijrah itu butuh yang namanya tempat kondisi lingkungan teman-teman yang baik dan kemauan yang besar.

Dan menurut saya pondok pesantrenlah yang memiliki semua hal tersebut.jangan sampai kelemahan kita dijadikan setan untuk membujuk kita.contohnya saja kita memiliki tekad kuat akan tetapi disisi lain teman-teman kita tidak baik.maka kemungkinan besar dia akan ikut dengan kebiasaan teman-temannya.

Karena mempunya teman yang baik akan menjadikan kita baik juga.seperti yang pernah dikatakan oleh rasulullah apabila kalian menilai seseorang maka lihatlah temannya.jelaskan masak rasulullah bohong kan gak mungkin.jadi itu saran saya untuk temen-temen yang pengen mendapatkan kemudahaan saat berhijrah.

Disana aku memdapatkan banyak ilmu tentang al-quran dan hadits nabi.dan tidak hanya itu aku juga mendapatkan banyak pelajaran tentang kehidupan ini.sungguh kehidupanku disana banyak merubah diriku.mulai dari tujuan hidup,cara hidup agar selalu bahagia dan masih banyak yang lain.

                                                                                   pexels.com

Dan setelah mondok aku menemukan jalan yang aku yakini dapat membuat aku bahagia.dan dapat mengantarkar kehidupanku lebih bermanfaaat untuk agamaku negaraku keluargaku dan khususnya bermanfaat untuk diriku sendiri.dan dapat mendapatkan ketenangan hidup di dunia dan mendapatkan pertolongan saat di akhirat kelak.

Semoga apa yang saya tulis ini menjadi inspirasi kepada teman-teman.dan semoga teman-teman dapat mengambil pelajaran dari kisah saya diatas.dan semoga teman-teman semua juga mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Tinggalkan komentar