Indahnya Idul Fitri bersama keluarga

Hari raya umat islam itu ada 3 yaitu Idul Adha, Idul Fitri dan Hari Jum’at. Siapa yang tidak senang dengan kedatangan hari tersebut, terkhusus untuk Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Karena hari tersebut hanya dapat dirasakan setahun sekali. Karena saat ini telah memasuki tanggal 24 juni 2015, jadi besok umat muslim akan merayakan salah satu hari kemenangannya.

Pemerintah melalui Kementerian Agama selesai menggelar sidang isbat. Hasilnya diputuskan Idul Fitri 1 Syawal 1438 H jatuh pada tanggal 25 Juni 2017. Begitu bahagianya ketika mendengar kabar bahawa Idul Fitri akan datang, karena dengan datangnya hari yang mulia  ini kita bisa bertemu dengan kerabat, saudara dan teman yang sedang bekerja atau tinggal di luar kota.

Bersih-bersih pondok pesantren

Kebersihan sebagian dari iman
pexels.com

Karena masih ada pekerjaan yang mengalami keterlambatan, maka mengakibatkan liburanku terlambat pula.  Karena di pondok hanya tinggal  aku, deni dan beberapa guru yang tinggal di pondok maka sebelum pulang mereka meminta agar membantu membersihkan pondok. Beliau membagi tugas agar semuanya pekerjaan cepat selesai dan hasilnya maksimal.

Walaupun pondoknya tidak terlalu besar, karena hanya dikerjakan oleh lima orang membutuhkan tenaga dan waktu ekstra. Karena pondok kami telah terbiasa dengan yang namanya kebersihan, walaupun cuma lima orang tetap saja disuruh untuk membersihkan.

Walaupun cukup melelahkan dan menunda kepulanganku dan temanku, aku tetap semangat dan antusias. karena bisa berkumpul dengan para ustadz dam pimpinan pondok, karena biasanya mereka jarang berada di pondok. Namanya aja orang sibuk,jadi itu menjadi sangat langka dan sakral bagiku.

Semua pekerjaan selesai tepat pukul 09.00 WIB, amat leganya karena bisa membantu dan dapat menyelesaikan semua pekerjaan, walau hanya dengan lima orang. karena semua pekerjaan telah selesai aku dan temanku duduk dan mengistirahatkan tubuh sejenak, sambil beberapa kali berdialog perihal kegiatan di rumah.

Liburan dimulai

Liburan dimulai
fastnlow.net

Setelah dirasa cukup, kami segera mempersikan diri dan barang-barang yang ingin dibawa ke rumah. Karena saking semangatnya untuk segera on the way kampung halaman kami melakukan pekerjaan tersebut dengan cepat dan singkat.

Kira-kira pukul 09.30 WIB, karena sudah siap untuk berangkat langsung saja aku menemui para ustadz untuk berpamitan kepada mereka untung-untung kalo dikasih uang saku. Karena aku menganggap mereka seperti orang tua kedua setelah ayah dan ibuku.

Sesudah berpamitan tanpa menunda-nunda lagi aku langsung berangkat agar cepat sampai rumah. Walaupun jarak rumahku dengan pondok hanya 5 km, tapi rasa rindu yang hinggap di hati tidak bisa dibendung lagi. Dan jalan satu-satunya iya pulang ke rumah.

Karena saat di rumah aku bisa berkumpul dengan keluarga kecilku, dan teman-temanku yang berada di rumah. Pastinya mereka juga kangen dan sangat berharap kehadiranku ditengah-tengah mereka haha. Dan karena dirumah aku bisa beristirahat dan menenangkan pikiran dari segala tugas yang di berikan saat berada di pondok pesantren.

Persiapan untuk Hari Raya

Sesampainya di rumah seperti biasanya, rumah dalam keadaan kosong seperti rumah yang tidak terpakai lagi bisa dibilang rumah tua yang berhantu. Sambil menunggu mereka pulang dari bekerja aku menjenguk kakek dan nenekku, karena merekalah yang merawatku saat orang tuaku bekerja di Surabaya.

Karena idul fitri tinggal satu hari lagi, maka sangat banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Guna menyambut hari yang agung dan bermakna itu. Tidak ketinggalan kakek dan nenekku juga sibuk melakukan persiapan untuk menyambut idul fitri.

Mereka miminta aku untuk mengantarkan dan menemani kakekku untuk berziarah, untuk mendoakan orang tua dan saudara mereka yang telah dipanggil allah terlebih dahulu. Dan itulah salah satu kebiasaan yang dilakukan oleh sebagian orang jawa khususnya bagi orang yang sudah tua.

Karena jarak makam dengan rumah jauh, dan dikarenakan kakekku sudah tidak muda lagi perjalanan ditempuh dengan sebuah sepeda motor. Disamping membuat perjalanan menjadi lebih singkat juga dapat lebih menghemat tenaga karena pada saat itu aku masih melaksanakan puasa.

Setelah selesai berziarah aku langsung mengantar kakekku ke rumah, karena saat itu sangat panas. Juga Karena pekerjaan belum selesai sepenuhnya, masih banyak yang diselesaikan agar bisa benar-benar siap sebelum hari raya. Dan itung-itung sebagai untuk mengisi waktu, daripada di rumah cuma  nonton televisi terus tidur kan gak manfaat.

Sesampainya di rumah pengennya membantu lagi tetapi waktu telah menunjukkan pukul 15.00 WIB. Berarti sebentar lagi akan masuk waktu ashar, dan sebagai laki-laki wajib bagiku untuk melaksanankan sholat berjamaah di masjid. Dan itulah salah komitmen yang harus santri walaupun sedang di rumah.

Usai melaksanankan sholat aku berencana langsung pulang ke rumah dan menunggu orang tua di rumah. Tetapi tak lupa sebelum kembali ke rumah aku harus berpamitan pada kakek dan nenek agar mereka tidak mengkhawatirkan dan mencari aku.

Tak berlama-lama langsung saja aku mengutarakan apa yang kupikirkan. “mbah kulo pamit, badhe mantok” kataku pada mereka. “Kok kesusu to le, yowes ati-ati ya le” jawab mereka. Dengan berat hati aku meninggalkan mereka, “toh besok juga ketemu lagi” pikirku dalam hati. Karena rumah kakek adalah tempat berkumpulnya keluarga besar kami.

Perginya Bulan Ramadhan dan Idul Fitri

Idul Fitri telah tiba
uangteman.com

Sesampainya di rumah aku disambut dengan baik oleh ibuku yang sudah pulang dari tempat bekerja. Tak lupa ibuku bertanya tentang bagaimana kabarku di pondok dan sampai di rumah kapan, dan masih banyak lagi yang ditanyakan. Karena sebagai seorang ibu yang sangat peduli dengan urusan anaknya.

Setelah berbincang dengan ibuku, tak terasa matahari mulai tenggelam dan bulan mulai muncul untuk menjalankan tugasnya di malam hari. Terdapat perasaan bahagia dan sedih dalam hatiku. Bahagia karena dapat merayakan Idul Fitri di rumah bersama orang-orang yang kusayangi, sedih karena aku akan berpisah dengan bukan yang mulia ini.

Karena sudah adzan segera aku membatalkan puasaku dan segera menuju masjid untuk melaksanankan sholat berjamaah di masjid. Selesai sholat kebanyakan masjid di desaku berlomba-lomba untuk meramaikan malam takbir. Allahu akbar allahu akbar…. Malam yang biasanya sepi mendadak menjadi ramai. Karena mereka tahu betul bahwa mereka telah menang melawan hawa nafsu mereka.

Karena di siang hari telah mengerjakan banyak kegiatan yang menguras tenaga, menjadikan aku mengantuk pada malam itu dan tidak bisa itu meramaikan malam yang panjang itu. Karena sudah tidak kuat untuk menahan kantuk langsung saja aku menuju ke kamar, dan segera mengistirahatkan mata dan tubuhku agar besok bisa sholat subuh dan melaksanakan sholat id bersama warga.

Melaksanakan sholat Idul Fitri

sholat Idul Fitri
newsth.com

Setelah melaksanakan sholat subuh, aku segera pulang dan bersiap-siap untuk melaksanakan sholat id dengan harapan bisa mendapatkan shaf pertama. Karena air di rumah sangat dingin dan karena hari masih pagi yang udaranya masih dingin. Jadi harus membuat air hangat agar berani mandi.

Karena waktuku banyak digunakan untuk membuat air hangat cepat-cepat aku datang ke masjid dengan harapan mendapatkan shaf pertama. Boro-boro dapet shaf pertama, datang ke masjid aja telat kok, dan untung saja masih mendapatkan tempat karena jumlah jamaah begitu banyak.

Dan sholatpun dimulai,allahu akbar, allahu akbar… sampai selesai. Dan dilanjutkan dengan khutbah yang disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat yang ada di desaku. Khutbah yang beliau sampaikan begitu bagus dan menyentuh hati, dan banyak ilmu yang aku dapat dari khutbah tersebut.

Saling maaf memaafkan

saling memaafkan
http://david-pranata.com

Setelah khutbah ditutup dan rangkaian acara sholat Idul Fitri selesai para jamaah bersalam-salaman agar kesalahan yang pernah kami lakukan satu sama lain terhapus. Agar dapat menguatkan ukhuwah diantara warga satu dengan warga yang lain.

Terutama untuk aku yang jarang berada di rumah, agar bisa mengenal mereka lebih dekat lagi. Karena besok setelah mondok, toh aku akan hidup berdampingan dengan mereka. Kalo ada masalah biar ada yang bantu gitu dan biar gak kaya orang asing, masak di rumah sendiri gak ada yang dikenal.

Setelah selesai bersalam-salaman akupun segera pulang untuk bersiap-siap untuk acara inti. Aku memilih baju yang menurutku cocok dan pantas aku gunakan untuk acara tersebut. Karena itu hanya berlangsung setahun sekali, aku gak mau aja kalo acara tersebut jadi biasa aja.

Karena aku ingin acara yang bisa dibilang sakral itu bisa dikenang dan menjadi kenangan yang tak terlupakan. Acara itu adalah berkumpulnya seluruh keluarga besarku dirumah kakek, meliputi ibuku, bibiku, keponakanku dan masih banyak yang lain.

Setelah semua telah berkumpul maka yang lebih muda mendatangi yang lebih tua untuk meminta maaf, dan agar dido’akan oleh mereka. Tak mau ketinggalan akupun juga ikut, dengan wajah malu-malu aku mendatangi kakekku, nenekku, orangtua dan seterusnya hingga selesai.

Tak lupa kami juga menyempatkan datang ke rumah kerabat jauh dan tetangga, agar tali persaudaraannya tersambung, sukur sukur kalo punya saudara atau tetangga perempuan yang belum kita kenal. Lumayankan disamping menyambung persaudaraan juga bisa kenal sama ukhti-ukhti.

Itu sedikit kisah atau pengalaman, yang menurutku sangat membahagiakan dalam hidupku. Dan semoga kalian yang membaca bisa mengambil pelajaran dan mendapatkan kebahagiaan seperti halnya diriku. Dan apabila ada salah kata atau salah dalam penulisan saya mohon maaf.

Cerita lainnya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Satu pemikiran pada “Indahnya Idul Fitri bersama keluarga

Tinggalkan komentar