Sebuah cita-cita yang harus dicapai

Awal keberhasilan

jalan keberhasilan
pexels.com

Pasti semua orang yang hidup di dunia ini memiliki sebuah cita-cita yang ingin dicapai. Tanpa sebuah cita-cita hidup seseorang akan terbawa arus perkembangan jaman. Karena mereka hanya menuruti apa yang mereka anggap menyenangkan. Karena di dalam hidup mereka tidak terbiasa berfikir dan bekerja keras.

Orang yang mempunyai cita-cita pasti dia akan berusaha dengan gigih sampai cita-citanya tercapai. Tetapi ada juga orang yang mempunyai cita-cita tetapi dia tidak berusaha untuk mewujudkannya. Jika ada yang seperti itu maka itu bukan sebuah cita-cita melainkanhanya sebuah anagan-angan belaka.

Sebagai generasi muda pastinya aku mempunyai sebuah cita-cita yang baik menurutku sendiri. Karena aku faham betul cita-cita tersebut tidak akan terwujud tanpa ada usaha dan do’a. Disamping berdo’a aku juga membuat target dan rencana-rencana yang harus dicapai untuk memudahkan kedapannya.

Membuka lembaran baru

lembaran baru
pexels.com

Setelah lulus dari sekolah menengah kejuruan (SMK) aku masih harus mengabdi di pondok. disamping aku juga membuat scenario tentang perjalanan hidup di masa depan. karena aku tidak mau hidup dengan selalu mengikuti perkembangan jaman yang semakin rusak.

Tetapi aku ingin hidup di dunia ini dengan cara yang diajarkan oleh Allah dan Rasulullah. Tetapi aku juga berkeinginan untuk membantu orang-orang di sekitarku. Tetapi jika hidupku susah, bukannya dapat membantu tetapi malah merepotkan.

Dan pada masa ini aku dipaksa untuk berfikir untuk menjalani kehidupan yang sebenarnya. Karena aku berkata pada hati keciku “sekarang kau bukan anak kecil lagi”. Karena merasa dewasa maka aku akan mencari jalan hidupku sendiri dan bahagia dengan caraku sendiri.

Salah satu yang mendorongku menjadi pribadi yang lebih dewasa adalah motivasi yang diberikan ustadzku. Beliau tidak berharap hidup kami di dunia hanya sekedar bisa makan dan bisa hidup. Tetapi yang beliau harapkan dari kami adalah bisa memberi manfaat bagi manusia yang lain.

Dan itu menjadi salah satu pegangan yang menjadikanku lebih semangat untuk berkarya dan berusaha. Ketika semangat dalam diriku telah terpompa, aku mencari potensi dalam diriku mengembangkannya. Dan mencari lembaga pendidikan yang tepat dan bagus untuk mengembangkan potensi itu.

Mencari dan mencari

mencari
pexels.com

Di satu sisi aku ingin melanjutkan pendidikan di pondok pesantren karena disana aku bisa lebih terjaga. tetapi di sisi lain aku ingin melanjutkan keperguruan tinggi, untuk mengembangkan ilmu IT. Tidak sedikit yang memberikan tawaran-tawaran untuk sekolah di tempatnya tetapi semua tawaran itu di tampung dulu.

Aku ingin itu aku ingin mencari sekolah yang bisa memberikan semua yang aku harapkan. Disamping aku mengerti tentang ilmu IT, tetapi tidak menjadikan aku sebagai anak yang nakal. Waktu berlalu begitu cepat tetapi aku belum menemukan sekolah yang tepat untukku.

Kadang aku sering bingung ketika orang tua menanyakan tentang hal itu kepadaku. Karena sebagai orang tua yang peduli mereka ingin agar aku menentukan tujuan selanjutnya. Tak jarang mereka memarahi aku karena tidak bisa membuat rencana untuk kedepannya.

Aku juga pernah berfikir agar tidak sekolah dan langsung bekerja seperti teman-teman yang lain. karena ketika melihat mereka mempunyai uang yang banyak menjadikan aku berubah pikiran. Maklum yang namanya anak muda pikirannya masih labil dan plin-plan.

Jawaban atas penantian

Akan Tetapi hati kecilku berkata agar tetap melanjutkan untuk menuntut ilmu. Disaat aku mulai putus asa dan mulai berubah pikiran temanku datang dengan membawa informasi. dia memberikan informasi tentang Ponpes Sintesa, awalnya aku bingung pondok apaan tuh?

Tetapi setelah dia menjelaskan secara detail, aku menjadi tertarik untuk sekolah disana. Setelah mengunci target aku mencari informasi tentang pondok tersebut. Karena pondok itu pondok dengan program unggulan tahfidzul qur’an dan SEO Marketing pastinya punya website.

Karena mempunyai website, jadi gak usah repot-repot datang ke pondok untuk mengetahui program- programnya. Bukan hanya program tetapi semua tercantum website mulai kegiatan, profil santri dan masih banyak lagi. Pokonya hal itu memudahkan aku untuk mengumpulkan informasi.

Menentukan pilihan

menentukan pilihan
pexels.com

Karena semua informasi telah terkumpul dan dirasa cocok aku memberitahukan berita ini kepada orang tua. Sedikit untuk mengenalkan sekolah tersebut dan sedikit memberi tahu tentang program-program disana. Agar mereka mengizinkan dan merestui aku, untuk menuntut ilmu di sekolah tersebut.

Karena pendaftaran masih lama aku mempersiapkan diri untuk memenuhi syarat dan ketentuan. Disamping mempersiapkan diri aku juga berdo’a agar segala urusanku dimudahkan oleh Allah. Dan apabila aku diterima bisa mendapatkan ilmu yang barokah dan bermanfaat.

Tepat tanggal 4 Juli 2017 resmi dibuka penerimaan santri baru untuk program asrama. Aku menunggu kira-kira selama dua bulan, dan akhirnya telah tiba masa pendaftaran. karena ada sesuatu yang kurang maka aku tidak bisa mendaftar hari itu juga.

Dua hari setelah pengumuman atau tepatnya tanggal enam Juli aku mendaftar menjadi santri Sintesa. Sebenarnya tanggal lima atau Kamis malam aku ingin segera mendaftar. karena, banyak kolom yang harus diisi dan aku belum mempersiapkan kata-kata yang baik, terpaksa ditunda.

Setelah semuanya beres, Jum’at malam aku mengajukan diri untuk menjadi salah satu santri disana. Aku pun mulai mengetik dan mengisi kolom satu persatu hingga semua terisi. Setelah semua terisi langsung aku klik dikolom daftar, secara resmi proposal terah terkirim.

Masa-masa penantian

masa penantian
pexels.com

Karena aku mendaftar diawal bulan Juli jadi aku harus kembali menunggu pengumuman santri yang diterima. Sabelum mendaftar aja udah nunggu dua bulan giliran udah daftar juga nunggu lagi. Karena dari pihak pondok pesantren baru akan mengumumkan tanggal 10 Agustus 2017.

Aku menaruh seluruh harapanku di sana, karena aku tidak mendaftar ke sekolah yang lain. Rencananya kalo gak keterima iya langsung kerja aja biar punya uang banyak. Hatiku diselimuti rasa gelisah dan gundah karena bingung mau kemama bila tidak diterima.

Apalagi setelah tau kalo jumlah orang yang mendaftar ada 41 anak, tambah bingung aku. Dan ditambah lagi apabila memasuki hari-hari akhir pendaftaran yang mendaftar akan bertambah banyak. Mendengar informasi yang pertama aja udah lemes apalagi ditambah dengan yang informasi yang kedua.

Maka dari itu aku selalu berdo’a agar diberikan kemudahan dan jalan yang terbaik oleh allah. Dan setiap bertemu orang-orang yang aku kenal, aku meminta mereka untuk mendo’akan. Tak lupa aku juga meminta dari kedua orang tuaku “karena ridho Allah itu tergantung ridho orang tua”.

Setelah sebulan lamanya waktu pengumumanpun tiba tetapi aku takut untuk melihatnya. Karena takut bila tidak diterima dan tidak dapat belajar disana. Tetapi aku memberanikan diri untuk melihatnya, kalo gak dilihat gak bakal tau hasilnya.

Jeng jeng, setelah mengeser layar handphone secara pelan-pelan kebawah dengan agak ragu. Akupun menemukan namaku tercantum sabagai salah satu santri yang diberi kesempatan untuk belajar di Sintesa.Begitu bahagianya setelah dan senangnya mendapatkan kabar itu, aku tidak menyangka.

Sebuah harapan

sebuah harapan
pexels.com

Setelah mendengar kabar itu aku langsung mempersiapkan segala sesuatu yang harus dibawa. Setelah semuanya beres aku pamit dan berangkat ke Sintesa pada hari minggu 20 Agustus. Dengan keadaan siap untuk bertempur dan siap untuk belajar.

Aku datang dengan sejuta harapan dan mimpi yang harus digapai. Aku akan berkata pada diriku “kau pasti bisa melakukannya”. “Jika kau lemah, semua orang di dunia ini punya kelemahan, tetapi mereka menutupi kelemahan itu dengan ikhtiar mereka”

Semoga allah selalu menjaga diriku dan memudahkan jalanku menuju yang aku cita-citakan. Dan semoga aku di sintesa bisa lebih dewasa lagi dan dapat menjadi seorang yang bermanfaat. Dan semoga aku di Sintesa dapat memaksimalkan potensi yang diberikan allah kepadaku.

Cerita lainnya

Tinggalkan komentar