Sholat Subuh Berjamaah di Sun City Madiun Part 1

Gerakan nasional Sholat Subuh Berjamaah
sumber:dakwatuna.com

Sholat subuh berjamaah – Setelah peristiwa penistaan Agama Islam, mulai muncul aksi pembelaan yang dilakukan umat islam. Seperti aksi damai untuk menuntut keadilan dan acara sholat subuh berjamaah. Semua acara ini merupakan ajang untuk mempersatukan seluruh Umat Islam di Indonesia.

Setelah beberapa kali turun ke jalan, saatnya untuk membangun mental umat islam dengan subuh berjamaah. Ketua GNPF Ustadz Bachtiar Nasir menjelaskan tujuan gerakan Shalat Subuh Berjamaah yang digelar di Indonesia. Yang pertama, untuk terus menjaga spirit 212 agar semangat 212 tetap berada pada diri setiap umat islam.

Selain itu gerakan Nasional Shalat Subuh Berjamaah juga sebagai upaya untuk meraih ridho Allah SWT. Atas perjuangan yang saat ini tengah dijalani oleh umat islam di Indonesia. Dengan membiasakan shalat subuh maka umat islam akan terbebas dari sifat kemunafikan.

Sebuah Tugas awal Subuh Berjamaah

Sebuah Tugas
sumber:wordpress.com

Untuk menanggapi keputusan dari ketua GNPF maka pondok kami juga membuat acara shalat subuh berjamaah. Rencananya acara itu akan dilaksanakan di Masjid Agung Kota Madiun. Oleh karena itu kami bekerja sama dengan salah satu pondok yang ada di Madiun.

Agar acara itu diketahui oleh banyak orang maka pondokku memberikan aku sebuah tugas. Yaitu tugas untuk menyebarkan brosur Subuh Berjamaah ke setiap masjid yang ada di sekitar Kota Madiun.  Selain brosur tentang acara itu juga brosur tentang sekolah di pondok kami agar lebih dikenal masyarakat.

Aku berangkat setelah melaksanakan sholat ashar dengan membawa kurang lebih 20 brosur. Dengan harapan bisa disebarkan disetiap masjid yang ada di daerah sekitar Madiun. Sebelum menuju lokasi terlebih dahulu aku membeli peralatan untuk mempermudah pekerjaanku.

Saat itu cuaca sedang tidak begitu cerah, dan langit mulai tertutupi oleh awan tebal. Aku tidak memikirkan hal tersebut, yang ada di hatiku supaya tugas yang diberikan cepat selesai. Dan acara ini bisa diketahui oleh masyarakat sekitar.

Tetapi aku juga berharap agar tidak turun hujan, agar aku bisa menyelesaikan tugasku dengan cepat. Tanpa berfikir panjang aku memulai perjalanan, jarak pondok dari tempat itu lumayan jauh. Aku memacu kendaraanku dengan kencang agar bisa cepat sampai pada tujuan.

Sebetulnya aku belum pernah pergi ke sana dan aku tidak mengetahui letak masjid daerah itu. Dan ini merupakan masalah yang besar, yang akan menghambat tugasku. Aku berputar-putar di desa tersebut untuk mencari sebuah masjid atau mushola.

Menghadapi Rintangan

Menghadapi Rintangan
sumber:i2.wp.com

Akhirnya aku menjumpai sebuah masjid, aku segera masuk dan menempel brosur tersebut. Tetapi entah apa yang terjadi pada diriku, tiba-tiba aku merasa malu menjalankan tugas itu. Karena pada saat itu aku berangkat seorang diri danorang -orang melihat aku seprti orang aneh.

Tetapi aku harus menyelesaikan tugas ini agar acara tersebut bisa diketahui oleh masyarakat. Aku juga menjumpai sebuah masjid yang berada di depan rumah seseorang. Karena di rumah itu ada orang, aku meminta izin untuk menempelkan brosur tersebut.

Beliau menanggapinya dengan baik dan ramah serta mempersilahkan aku untuk menempel brosur tersebut. Setelah kejadian itu semangat yang ada dihatiku kembali membara. karena masih banyak orang yang peduli kepada urusan umat islam “pikirku”.

Karena semangatku telah kembali segera aku mencari masjid agar bisa cepat menyelesaikan tugasku. Setelah berjalan beberapa waktu brosur yang aku bawa semakin berkurang hanya tinggal beberapa. Saat itu adzan maghrib telah berkumandang, maka kuputuskan untuk sholat terlebih dahulu.

Aku berhenti disubuah masjid tetapi disana belum dikumadangkan adzan. Dan itu menjadi kesempatanku untuk menempelkan brosur yang tersisa. Aku mencari tempat yang sekirannya cocok dan terlihat oleh jamaah masjid agar brosur itu dibaca.

Tetapi belum sempat menempel datang seseorang dan mengahampiriku dengan berwajah galak. Apa yang akan kamu lakukan di masjid ini “katanya sambil melihat aku”. Aku katakan saja bahwa aku adalah utusan dari pondok dan disuruh untuk menyebarkan brosur.

Walaupun dengan wajah yang sedikit menakutkan tetapi beliau memperbolehkan aku menempelakan brosur itu. Setelah selesai menempelkan brosur itu aku segera meninggalkan tempat itu. Dan mengurungkan niatku untuk sholat berjamaah disana, ya malas saja kalo nanti ditanya-tanya.

Perjalanan menuju pondok

blogsport.com
blogsport.com

Setelah melaksanakan sholat maghrib aku memutuskan untuk segera pulang agar tidak dicari. Dan menempelkan brosur yang tersisa di masjid pinggir jalan saat perjalanan pulang ke pondok. Tiba-tiba hujan mulai turun, yang memaksaku untuk berhenti agar tidak basah kuyup.

Daripada hanya diam saja saat melihat hujan turun, aku pergi ke tempat nasi goreng. Karena saat itu perutku mulai sakit karena merasa lapar. Tetapi tidak lama kemudian telah berkumandang adzan sholat isya’, dan aku segera mempercepat makanku.

Setelah selesai aku segera mendatangi adzan tersebut agar tidak tertinggal sholat berjamaah. Setelah selesai melaksanakan sholat berjamaah aku ingin segera pulang dan beristirahat di pondok. Tetapi hujan tidak kunjung reda, tetapi aku harus pulang saat itu juga.

Karena apabila menunggu sampai hujan reda pasti akan sangat lama dan hari akan semakin malam. Jadi aku tetap memutuskan untuk pulang ke pondok walaupun hujan belum reda. Perjalanan tempat itu menuju pondok kurang lebih hanya 30 menit.

Sesampainya di pondok aku segera mandi dan berganti baju, karena baju yang sebelumnya basah kuyup. Dan aku segera beristirahat agar besok bisa melanjutkan ativitas seperti biasanya. Dan itu adalah salah satu hari yang sangat menarik dan menantang dalam hidupku.

Pengajian rutin

sumber:pexels.com

sholat subuh berjamaah tidak akan diadakan di masjid agung kota madiun. karena pihak takmir tidak berkenan mengadakan acara semacam itu. Disamping melaksanakan sholat subuh berjamaah kami juga mengadakan tabligh akbar, mungkin itu yang membuat tidak boleh.

Acara sholat subuh berjamaah akan diadakan pada hari Minggu yang akan bertempat di Masjid Ar-Rahman. Akan tetapi karena hari itu bertepatan hari sabtu ketiga maka aku juga harus menghadiri pengajian rutin. Pengajian yang diadakan oleh pondok dan semua santri wajib menghadirinya.

Acara tersebut dimulai setelah melaksanakan sholat Maghrib dan selesai sebelum sholat Isya’. Selain dikuti oleh para santri biasanya juga diikuti oleh warga sekitar. karena masjid yang digunakan untuk acara pengajian tersebut berada ditengah desa.

Tetapi dari pengurus pesantren tidak mengajak semua santri kesana karena suatu masalah. Karena apabila semua santri diajak tempat yang digunakan tidak akan cukup. Dan biasanya yang diajak adalah santri yang lebih tua, supaya bisa menjaga diri dan nama baik pondok.

Dan pada kesempatan saat itu yang akan menjadi pemateri adalah Ustadz Hebbni Syarif. Salah satu pengurus Pondok Pesantren Darul Madinah di Madiun. Dan beliau salah satu panitia yang juga ikut serta mensukseskan acara Sholat Subuh Berjamaah.

Setelah selesai melaksanakan sholat Maghrib pembawa acara langsung maju kedepan untuk memulai acara. Agar waktu yang sempit ini bisa dimaksimalkan dan menjadi waktu yang bermanfaat. Kemudian pembawa acara langsung mempersilahkan pemateri untuk menyampaikan ilmunya.

Beliaupun mulai menyampaikan nasihat-nasihat kepada para jamaah yang hadir di tempat itu. Beliau mempunyai sikap yang kalem saat menyampaikan materi. Dan juga bicaranya pelan tetapi jelas, jadi aku bisa menuliskan pokok-pokok dari materi tersebut.

Setelah berjalan selama kurang lebih 45 menit, adzan telah terdengar ditelinga kami. Dan pemateri menutup acara tersebut untuk melaksanakan sholat Isya’ berjamaah. tetapi pembawa acara menghimbau jamaah tidak pulang terlebih dahulu karena masih ada acara setelah ini.

 

 

 

 

Satu pemikiran pada “Sholat Subuh Berjamaah di Sun City Madiun Part 1

Tinggalkan komentar