Sholat Subuh Berjamaah di Sun City Madiun Part 2

Ramah Tamah

sumber:tribuntrravel.com

Setelah selesai melaksanakan Sholat Isya’ seperti yang dikatakan oleh pembawa acara masih ada acara lagi. Dan inilah acara yang sangat ditunggu-tunggu oleh kebanyakan santri yang ikut dalam acara tersebut. Acara tersebut adalah acara ramah tamah atau acara makan bersama para jamaah.

Dengan tujuan agar para jamaah lebih semangat dalam menghadiri acara pengajian tersebut. Juga agar mereka bisa mengenal lembaga kami dan juga bisa berbaur dengan para santri. Dan sebagai sarana masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya kepada lembaga kami.

Acara tersebut dapat bejalan dengan lancar dikarenankan ada dukungan yang baik dari masyarakat sekitar. Yang merelakan waktunya untuk membantu kami memasak makanan. Karena kami hanya membelikan bahan-bahan mentah saja dan sisanya diserahkan pada warga.

Biasanya para santri tinggal mengambil makanan di rumah salah satu warga yang telah memasakkan hidangan. Dan menghidangkannya kepada para jamaah yang menghadiri acara tersebut. Setelah semua jamaah telah mendapatkan bagian baru para santri bisa menikmati hidangan.

Setelah selesai menikmati hidangan para santri mengembalikan piring yang digunakan oleh para jamaah. Dan membersihkan tempat yang digunakan untuk acara ramah tamanh tersebut. Apabila ada makanan yang tersisa maka akan menjadi rebutan para santri.

Perjalanan ke Madiun

sumber:hipwe.com

Karena bosek pagi akan diadakan acara Sholat Subuh Berjamaah yang akan dilaksanakan di Kota Madiun. Maka pengajian khusus santri pada hari itu tidak diadakan atau libur. Dan para santri angkatanku dihimabau agar segera menuju tempat yang digunakan untuk acara besok.

Malam itu sekitar pukul 08.00 WIB aku dan lima temanku berangkat menuju kota Madiun. Disana kami ditugaskan untuk membantu panitia pelaksana kegiatan mempersiapkan tempat acara. Agar tempat bisa digunakan tepat waktu dan acara tersebut dapat berjalan dengan lancar.

Karena jarak tempuhnya yang tidak terlalu jauh maka perjalanan kami hanya membutuhkan waktu 30 menit. Sesampainya ditempat acara aku tidak melihat tanda akan diadakannya acara tersebut. Dan yang aku lihat hanya sekelompok manusia yang sedang nongkrong.

Jadi kami memutuskan untuk menunggu mereka datang ke tempat itu. Setelah beberapa saat akhirnya mereka datang dan menyapa kami. Sebetulnya aku tidak terlalu mengenal mereka cuma sebatas tau, tetapi temankulah yang mengenal mereka.

Karena mereka juga Cuma bawahan maka mereka tidak berani memutuskan sesuatu untuk menyusun tempat itu. Maka kami harus menunggu kedatangannya dan menerima tugas yang beliau berikan. Walau hari semakin malam beliau tidak kunjung datang ditempat itu.

Jalan-jalan di malam hari

sumber:kompasiana.com

Karena telah bosan menunggu di tempat itu maka aku dan temanku sepakat untuk berjalan-jalan. Untuk sekedar menghibur diri karena kelamaan menunggu membuat pikiranku sumpek. Juga agar bisa menikmati malam di Kota Madiun, karena jarang-jarang bisa main ke Madiun.

Karena berada di Area Sun City aku dan dua temanku berencana untuk masuk kedalam mall yang ada disana. Akan tetapi diantara kami tidak ada yang berkeinginan untuk berbelanja disana. Yah, cuma pengen liat-liat keadaan disana saja, sukur-sukur ada orang yang mentraktir kami.

Akan tetapi saat kami masuk ke tempat itu kami dihadang oleh satpam yang berjaga disana. Wah, bukan pertanda baik ini, apa wajah kami terlihat seperti penjahat “pikir kudalam hati”. Kemudian satpam itu berkata pada kami bahwa tempat itu telah tutup dan menyarankan untuk datang besok.

dengan keadaan agak malu aku dan dua temanku segera keluar dari tempat itu. Setelah kejadian tersebut membuat kami bingung karena kami tidak punya tujuan lagi. Karena kalo mau ke tempat acara masih malas dan masih ingin berjalan-jalan.

Setelah berjalan cukup jauh kami beristirahat di tempat parkir, sambil melihat karyawan pulang bekerja. Dan disana kami hanya sekedar berbincang-bincang, tentang masalah yang nggak penting. Sambil sesekali mengomentari seorang yang sedang berfoto-foto disana.

Persiapan Tempat Acara

sumber:tebengan.com

Karena dirasa telah berjalan-jalan cukup lama maka kami segera kembali ke tempat acara. Sesampainya disana ternyata telah banyak orang yang menyusun tempat tesebut. Kemudian kami berbaur dengan mereka agar kami juga mendapatkan pekerjaan.

Dan yang menjadi pekerjaan yang pertamaku adalah mengatur layar proyektor. Mulai dari mengatur besar gambar sampai menyiapkan tempat untuk proyektor tersebut. Akan tetapi saat semua itu sudah siap ketua panitia mengatakan bahwa benda itu tidak akan dipakai.

Wah, kecewanya perasaanku saat itu karena setelah menata sekian lama ternyata tidak jadi dipakai. Yang ada dipikiranku saat itu adalah kok nggak ngomong dari tadi kalo memang tidak pakai. Kenapa ngomongnya setelah semua pekerjaan selesai.

Walaupun hatiku sakit aku mencoba melupakan masalah itu, dan membantu pekerjaan yang lain. Pekerjaan yang kedua adalah memasang tali rafia di halaman masjid untuk shaff jamaah wanita. Karena masjid yang digunakan untuk acara tidak telalu besar maka ruang masjid hanya digunakan untuk pria.

Karena dikerjakan oleh banyak orang maka pekerjaan itu dapat diselesaikan dengan cepat. Semua pekerjaan telah selesai dan kami disuruh untuk segera istirahat untuk mempersiapkan diri untuk acara besok. Karena saat itu waktu telah menunjukkan pukul 02.00 WIB pagi.

Sholat Tahajud Berjamaah

Acara pertama kami adalah sholat tahajud berjamaah yang akan diimami oleh pimpinan pondok kami. Yang akan dimulai pada pukul 03.00 WIB, jadi semua orang yang sedang tidur dibangunkan semua. Karena hanya tidur satu jam mataku sangat susah di buka karena masih sangat ngantuk.

Tetapi apa boleh buat walaupun mengantuk aku harus memaksa mataku agar bisa mengikuti acara tersebut. Kan gak etis kalo yang salah seorang yang menyelenggarakan acara tidak ikut dalam acara tersebut. Yah pokoknya sebisa mungkin aku paksa diriku agar bisa bangun dari tempat tidur.

Tetapi ketika aku akan keluar masjid untuk mengambil air wudhu aku kaget ketika melihat ke luar. Karena di luar masjid banyak santriwati dari Pondok Pesantren Darul madinah madiun. Dengan keadaan sudah siap untuk melaksanakan acara tersebut.

Aku tidak mau kalah dengan mereka masak anak laki-laki kalah sama anak perempuan. Dan itu adalah salah satu factor yang membuat aku menjadi lebih semangat dalam mengikuti acara tersebut. Jarang-jarang bisa sholat bareng sama ukhti-ukhti.

Walaupun awalnya sempat semangat tetapi setelah sholat beberapa rakaat rasa kantuk kembali datang. Memang karena tubuhku merasa kecapekkan dan karena kurang tidur. Jadi sempat beberapa kali aku sholat dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Kami selesai menunaikan sholat tahajud pukul 03.00 WIB dan sholat subuh dimulai pukul 04.00 WIB. Setelah selesai sholat tahajud aku langsung mencari tempat untuk kembali tidur. Untuk menunggu waktu subuh, kan lumayan bisa nambah waktu istirahat.

Sholat Subuh Berjamaah

subuh berjamaah
sumber:dakwatuna.com

Setelah tidur kira-kira selama 30 menit aku mendengar adzan subur berkumandang. Karena telah tertidur agak lama aku segera keluar untuk kembali mengambil air wudhu. Agar rasa kantukku hilang dan langsung bisa melaksanakan sholat subuh.

Tidak berselang lama sholat subuh dilaksanakan pada pagi itu yang dipimpin oleh Ustad Hebni Syarif. Setelah sholat selesai dilaksanakan dilanjutkan dengan ceramah dan penggalangan dana untuk bencana alam. Untuk mengerakkan semangat persaudaraan umat islam Indonesia.

Karena tubuhku benar-benar merasa sangat capek aku tetap tidak bisa menahan rasa kantuk itu. Walaupun aku duduk di tempat itu tetapi aku tidak tau siapa yang menyampaikan materi. Parahnya aku juga tidak tahu apa yang beliau sampaikan.

Karena saat acara tersebut berlangsung aku tertidur dengan pulas seperti orang mati. Walaupun telah di bangunkan oleh beberapa teman yang duduk disampingku aku tetap tidak mau bangun. Karena mata ini sudah merasa nyaman dengan tidurnya.

Jadi walaupun aku menjadi salah satu seorang yang turut membantu dalam kegiatan subuh berjamaah. Tetapi aku tidak mendapatkan ilmu atau nasihat yang diberikan oleh pemateri. Acara tersebut lewat dengan cepat seperti angina lewat saja, tanpa meninggalkan bekas.

 

 

 

Satu pemikiran pada “Sholat Subuh Berjamaah di Sun City Madiun Part 2

Tinggalkan komentar