Ciri-ciri dan Beberapa Contoh Tumbuhan Dikotil Untuk Diketahui

Salah satu jenis tumbuhan yang dibedakan dari jumlah keping adalah tumbuhan dikotil. Jenis tumbuhan ini memiliki dua buah keping biji, sementara jenis lain memiliki satu buah keping biji. Pemahaman tentang jenis tumbuhan ini tentu saja cukup krusial, terutama jika berkaitan dengan budidaya.

Dengan memahami jenis tumbuhan yang ditanam, nantinya para petani bisa mengetahui karakteristik lengkap dari tumbuhan yang mereka tanam. Tidak hanya itu, proses budidaya nantinya bisa berlangsung dengan lebih baik dan hasil panen yang didapatkan pun akan cenderung lebih maksimal.

Sebagai tambahan, perlu diketahui pula bahwa pemahaman terkait tumbuhan dikotil ini merupakan hal wajib yang harus dimiliki oleh para ahli taksonomi. Para ahli tersebut merupakan orang-orang yang bisa melakukan identifikasi suatu organisme, termasuk tumbuhan dengan cara melihat anatomi, genetik ataupun morfologi dengan detail.

Ciri Khusus Tumbuhan Dikotil
Tumbuhan dikotil memiliki beberapa ciri khusus yang bisa digunakan untuk membedakannya dari jenis tumbuhan lainnya. Dengan pemahaman ciri tersebut, nantinya seseorang akan cenderung lebih mudah untuk memastikan apakah tumbuhan tersebut termasuk jenis dikotil atau bukan.

Adapun beberapa ciri dari tumbuhan dikotil diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Tumbuhan memiliki keping biji yang terbelah dua
  • Tidak ada pelindung pada ujung batang ataupun pelindung pada ujung akar pada tumbuhan
  • Bagian batang dan akar memiliki kambium karena salah satu fungsi utama akar pada tumbuhan dikotil adalah untuk menyimpan sari makanan
  • Batang memiliki cabang dengan ruas cabang yang tidak terlalu jelas
  • Akar tumbuhan dikotil berbentuk tunggang dengan ukuran akar utama yang lebih besar dibandingkan dengan akar sekunder
  • Memiliki daun majemuk dengan pola yang menyirip dan umumnya tidak memiliki pelepah
  • Jumlah kelopak bunga, benang sari serta mahkota bunga umumnya berkelipatan empat ataupun lima
  • Memiliki daun yang bertulang dan juga sejajar ataupun melengkung
    Tidak adanya tudung akar
  • Letak pembuluh tapis serta pembuluh kayu berdekatan

Contoh Tumbuhan Dikotil
Ada cukup banyak jenis tumbuhan dikotil yang mungkin Anda sudah familiar sebelumnya. Tentu, sebagaimana disinggung di awal, mengetahui detail terkait tumbuhan dikotil menjadi penting karena berhubungan langsung dengan bagaimana pola budidaya yang bisa dilakukan hingga nantinya hasil panen akan cenderung melimpah.


Nah, beberapa contoh tumbuhan yang termasuk dalam jenis dikotil diantaranya adalah sebagai berikut:

Jarak pagar adalah jenis tumbuhan dikotil yang memiliki habitat di semak berkayu. Sebagaimana tumbuhan dikotil pada umumnya, jarak pagar memiliki sistem perakaran tunggang dengan pertulangan daun yang beruas. Kacang kedelai Jenis tumbuhan dikotil yang banyak diketahui masyarakat salah satunya adalah kacang kedelai.

Tanaman ini termasuk yang cukup mudah untuk dibudidayakan dengan tidak membutuhkan perawatan yang khusus. Tidak hanya itu, kacang kedelai banyak digunakan untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi sebagai bahan baku pembuatan tempe, tahu dan lainnya.

Kacang kedelai termasuk dalam jenis tumbuhan dengan daun lembaga yang akan terbelah menjadi dua ketika berkecambah. Selain itu, jenis tumbuhan ini cenderung lebih banyak dibudidayakan di area Asia Timur.

Jarak pagar

sumber : Ekonomibisnis.com

Dalam budidaya, tanaman ini ditanam karena memiliki kandungan minyak yang tinggi. Pada masanya, tanaman ini menghasilkan minyak yang digunakan sebagai pelumas hingga bahan bakar alternatif.

Jarak pagar cenderung lebih mudah hidup di daerah dengan iklim tropis. Konon, saat ini, jarak pagar mulai dibudidayakan lagi dan menjadi salah satu energi terbarukan yang berpotensi digunakan di masa yang akan datang.

Coklat

Kakao atau tanaman coklat tergolong tumbuhan dikotil. Origin dari tanaman ini adalah Amerika Selatan dan tanaman coklat secara umum dimanfaatkan sebagai bahan dasar makanan olahan.

Berkaitan dengan tanaman ini, Indonesia menjadi salah satu penghasil kakao terbesar di dunia. Hal ini dikarenakan kondisi iklim di Indonesia sangat menunjang pertumbuhan kakao.

Ketela pohon

sumber : agroteknologi.com

Contoh lain dari tumbuhan dikotil dimana masyarakat sudah cukup familiar adalah ketela pohon. Tumbuhan yang satu ini ketika dibudidayakan maka akan menghasilkan umbi akar yang memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi. Oleh karenanya, ketela pohon sering menjadi pilihan sumber karbohidrat harian selain nasi.

Selain umbi akar, apa yang bisa dimanfaatkan dari ketela pohon adalah daunnya. Ya, daun singkong memiliki kandungan serat serta asam amino yang cukup tinggi. Kandungan tersebut bisa diandalkan sebagai salah satu sumber pemenuhan nutrisi yang diperlukan tubuh.

Karet

Sumber : Marketbisnis.com

Pohon karet juga termasuk dalam jenis tumbuhan dikotil. Sebagaimana diketahui, karet adalah tanaman yang bisa menghasilkan getah dan secara umum digunakan untuk pembuatan beragam benda, seperti ban dan lainnya. Dibandingkan dengan beberapa negara tetangga, Indonesia termasuk salah satu negara penghasil karet terbesar.

Jambu biji

Sumber : bunggabungga.com

Memiliki kandungan vitamin C serta beta karoten yang tinggi, jambu biji termasuk salah satu buah dengan nutrisi yang cukup lengkap dan bisa diandalkan untuk menjaga kesehatan tubuh secara umum. Nah, tanaman ini masuk ke dalam jenis tumbuhan dikotil dimana akan biji tanaman akan terbelah dua ketika mulai berkecambah.

Selain itu, tumbuhan jambu biji juga memiliki perakaran tunggang sebagaimana ciri tumbuhan dikotil umumnya. Untuk pertulangan daun, tanaman ini memiliki daun dengan detail yang menyirip.

Nah, demikian beberapa ulasan mengenai tumbuhan dikotil yang perlu diketahui. Secara umum, detail tumbuhan ini bisa dilihat mulai dari jenis akar tunggang hingga pertulangan daun. Coba temukan contoh tumbuhan dikotil lainnya selain beberapa tanaman yang disebutkan di atas!

Leave a Comment