Fakta Menarik Hewan Kijang: Beda Dengan Rusa!

Sumber : hitechno.com

Hewan kijang menjadi salah satu hewan yang dilindungi di Indonesia. Populasinya yang semakin menurun karena perburuan liar, mengancam kelestarian hewan ini

. Oleh karenanya, selain pembuatan peraturan pemerintah mengenai perlindungan kijang, di beberapa tempat di Indonesia, terdapat semacam penangkaran untuk melestarikan hewan kijang dan menjaga populasinya.

Sekilas, hewan herbivora ini memiliki tampilan fisik menyerupai rusa. Hal ini tidak mengherankan karena faktanya, kijang dan rusa merupakan hewan dalam famili yang sama. Namun, kijang bukanlah rusa dan keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Nah, pada kesempatan ini akan dibahas tentang beberapa fakta menarik terkait hewan kijang hingga perbedaannya dengan rusa yang perlu Anda ketahui.

Barangkali, beberapa informasi terkait fakta mengenai kijang ini bisa menambah wawasan Anda tentang satwa yang ada di Indonesia.

Ragam Fakta Menarik Tentang Hewan Kijang

Sebagaimana disinggung di awal, kijang adalah hewan herbivora atau pemakan tumbuhan yang menjadi salah satu hewan dilindungi di Indonesia. Nah, terkait hewan ini, ada beberapa fakta menarik untuk disimak, terlebih perbedaannya dengan rusa.

Beberapa fakta menarik hewan kijang diantaranya adalah sebagai berikut:

Bisa ditemukan di beberapa daerah di Indonesia dan kawasan Asia

Habitat asli kijang ada di wilayah Asia. Hewan ini bisa ditemukan di beberapa daerah di Indonesia, seperti Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Tidak hanya itu, kijang juga hidup di wilayah lainnya, seperti Malaysia, Brunei, Vietnam, Thailand, dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya.

Oleh karenanya, kijang bisa dikatakan bukan hewan asli dari Indonesia.Akan tetapi, jika dilihat dari wilayahnya, kijang cenderung mendiami wilayah yang terdapat banyak padang rumput yang hijau. Selain itu, kijang lebih suka hidup di wilayah dengan suhu yang lebih sejuk.

Memiliki tanduk bercabang dua

Salah satu hal yang paling menarik dari kijang adalah tanduknya. Ya, tanduk kijang menjadi komoditas black market dengan harga yang begitu mahal.

Oleh karenanya, diantara perburuan kijang secara liar adalah untuk mendapatkan tanduk yang bisa dijual dengan harga tinggi tersebut.

Nah, terkait tanduk kijang, ada fakta menarik yang bisa disimak. Kijang pada umumnya memiliki tanduk dengan dua buah cabang. Detail ciri tanduk kijang ini juga menjadi pembeda dari hewan tersebut dengan rusa. Hal ini dikarenakan rusa cenderung memiliki tanduk dengan cabang sebanyak tiga buah.

Selain itu, tanduk kijang juga menjadi ciri dari jenis kelamin hewan tersebut. Hal ini dikarenakan hanya kijang jantan saja yang akan memiliki tanduk, sementara kijang betina tidak memilikinya.

Memiliki tanduk yang lebih pendek dari rusa

Sumber : kibrispdr.org

Masih tentang tanduk, kijang cenderung memiliki tanduk yang lebih pendek dari rusa. Jika panjang tanduk rusa bisa mencapai hingga 1 meter, maka tanduk kijang hanya akan tumbuh dengan ukuran separuh dari tanduk rusa tersebut.

Perbedaan ini tentu bisa menjadi pembeda antara kijang dan rusa yang cukup jelas.Tidak hanya itu, adanya tanduk dengan ukuran yang lebih pendek memberikan keuntungan tersendiri bagi kijang.

Dengan tanduk tersebut, gerakan kijang cenderung lebih lincah daripada rusa. Hal ini memberikan keuntungan untuk berlari lebih cepat, terutama ketika hendak menghindari musuh.

Memiliki gigi taring panjang

Kijang memang merupakan hewan herbivora dengan makanan utamanya adalah berupa rerumputan dan dedaunan. Namun, ada fakta menarik mengenai gigi hewan yang satu ini.

Ya, meskipun kijang adalah hewan herbivora, namun hewan ini memiliki struktur gigi taring yang cukup panjang. Sebagaimana diketahui, umumnya gigi taring panjang hanya dimiliki oleh hewan karnivora saja.

Panjang gigi taring kijang bahkan cenderung lebih panjang daripada rusa. Dengan gigi taring yang panjang tersebut, kijang memiliki kemampuan yang lebih baik untuk memakan aneka makanan untuk bertahan hidup.

Meskipun, tentu, taring yang ia miliki tidak akan digunakan untuk mempertahankan dirinya saat diserang dengan cara menggigit musuhnya.

Memiliki masa kehamilan yang cukup lama

Kidang memiliki kelopak telinga yang artinya hewan ini berkembang biak dengan cara melahirkan. Nah, kijang betina nantinya akan mengandung selama kurang lebih 180 hari untuk mengeluarkan bayi kijang.

Sekilas, usia kehamilan kijang cenderung lebih lama dibandingkan dengan hewan sejenis. Hal ini dikarenakan skema tubuh kijang memang menyebabkan proses kehamilan yang lebih lama. Hanya saja, kijang termasuk hewan yang produktif.

Artinya, hewan ini bisa berkembang biak dengan baik dan cenderung lebih mudah.

Memiliki ukuran fisik yang tidak terlalu besar

Jika dibandingkan dengan rusa, maka ukuran fisik kijang akan cenderung lebih kecil. Ya, secara umum, kijang memang memiliki ukuran fisik yang tidak terlalu besar.

Konon, berat tubuh rata-rata kijang jantan adalah sekitar 22 kilogram, sedangkan kijang betina sekitar 20 kilogram. Berat ini tentu saja cukup ringan jika dibandingkan dengan rusa.

Ukuran tubuh kijang yang relatif kecil membuatnya cenderung rentan untuk perburuan. Hanya saja, karena ukuran fisiknya, kijang memiliki akselerasi yang baik serta umur yang cukup panjang dengan rata-rata sekitar 16 tahun.

Memiliki suara gonggongan yang berbeda

Layaknya hewan lain kijang juga berinteraksi dengan kawanan kijang lainnya. Nah, untuk berinteraksi, seekor kijang akan mengeluarkan suara berupa gonggongan.

Apa yang menarik dari suara kijang ini adalah gonggongan yang dikeluarkan nantinya berbeda, baik untuk panggilan kepada kijang lain ataupun peringatan dari musuh yang akan menyerang.

Nah, demikian beberapa ulasan terkait fakta menarik hewan kijang yang perlu diketahui. Saat ini, kijang bisa ditemukan di beberapa kebun binatang di Indonesia. Jaga populasi hewan yang dilindungi ini demi eksistensi kijang di masa yang akan datang. 

Leave a Comment