Makanan Khas Makassar yang Menarik dengan Rasa Unik

Apa yang ada dipikiran Anda saat mendengar kata Makassar? Pantai Losari? Masjid 99 Kubah? Ya, kedua wisata tersebut  menjadi ikon untuk ibukota provinsi Sulawesi Selatan. Selain wisata alam dan religi, Makassar juga terkenal dengan kulinernya.

Jika Anda menyambangi kota kelahiran Sultan Hassanudin ini, tidak boleh ketinggalan mencicipi kulinernya. Apa saja makanan khas Makassar yang unik dan lezat? Yuk simak informasi berikut ini!

Coto Makassar

Pastinya sudah tidak asing ya dengan makanan yang satu ini. Coto adalah makanan sejenis soto tetapi berbahan dasar daging sapi beserta jeroannya, yakni hati, paru, jantung, usus, dan babat. Berbeda dengan soto biasa, kuah coto Makassar ini terdiri dari kacang tanah dan 40 jenis rempah yang dimasak dalam kuali tanah liat.

Aneka rempah tersebut membuat kuah coto berwarna pekat, bercita rasa segar dan lezat. Anda bisa menyantapnya bersama ketupat atau burasa agar lebih mengenyangkan.

Konro

Konro merupakan sebutan untuk sup iga khas Makassar yang berasal dari tradisi suku Bugis. Selain iga, sup ini juga kerap menggunakan daging sapi untuk menambah kelezatan. Salah satu rempah wajib untuk membuat konro adalah kluwek, sehingga warna kuahnya pun menjadi coklat kehitaman.

Rasa dari makanan khas Makassar yang satu ini cenderung pedas, karena terdapat pala, ketumbar, kencur, cengkih, daun lemon, dan kayu manis di dalamnya. Sama seperti coto, Anda pun disarankan menyantapnya bersama ketupat, juga beberapa lauk pendamping lainnya, seperti perkedel, sate jeroan, dan bakwan.

Jalangkote

Nah, makanan khas berikutnya berupa camilan yang disebut jalangkote. Banyak yang mengatakan jalangkote mirip dengan pastel, ya, dari bentuknya memang mirip, tapi kulit jalangkote lebih tipis, sehingga teksturnya lebih renyah.

Isian dari jalangkote sendiri berupa kentang, tauge, laksa, wortel, dan beberapa bumbu rempah. Sementara itu, kulitnya terbuat dari tepung terigu, telur, mentega, garam, dan santan. Tak heran jika camilan yang satu ini cukup gurih. Di Makassar, jalangkote selalu didampingi oleh sambal yang terdiri dari cabai dan cuka.

Pisang Epe

Ada lagi camilan khas dari ibukota Sulawesi Selatan yang disebut pisang epe. Bahan dasar camilan ini tentunya adalah pisang, namun cara pengolahannya dengan cara dipanggang lalu dipipihkan pada balok kayu. Setelah cukup gepeng, pisang tersebut dipanggang kembali agar tekstur pisang lebih renyah.

Setelah proses pemanggangan selesai, pisang epe dihidangkan di atas piring, kemudian disiram dengan lelehan gula merah. Selain itu, ditambah lagi dengan taburan topping, seperti meses, choco chip, keju, kelapa parut, atau lainnya.

Gogoso

Anda sudah familiar dengan lemper yang terkenal di tanah Jawa? Nah, gogoso ini sangat mirip dengan lemper, terbuat dari beras ketan yang dibungkus dengan daun pisang. Perbedaan paling menonjol antara keduanya adalah, gogoso memiliki bentuk lebih panjang, seperti lontong. Gogoso sendiri terdiri dari dua jenis, yakni gogoso tanpa isi dan gogoso dengan isi atau sering disebut gogoso kambu.

Gogoso kambu biasanya berisi daging ikan yang dibumbui dengan bumbu khas Makassar dan ditambah kelapa sangrai. Beberapa orang bahkan mengganti daging ikan dengan abon atau daging ayam.

Sup Saudara

Makanan khas Makassar berikutnya adalah sup saudara. Sup ini berisikan bihun, kikil, daging sapi, paru, hati sapi, atau kikil. Untuk menambah rasa segar dan asam, sup sudara biasa diberi perasan jeruk nipis. Tak jarang orang-orang menyandingkannya dengan perkedel kentang untuk menambah cita rasa.

Jika ingin rasanya lebih unik lagi, Anda bisa request penambahan susu pada kuah sup saudara, sehingga ada sensasi manis disamping rasa gurih asin. Karena lengkap dengan daging sapi yang lembut, maka harga semangkuk sup saudara bisa mencapai Rp 20.000 lebih. Tapi itu bukan angka yang tinggi untuk makanan khas lezat nan memanjakan lidah ini, bukan?

Pallu Mara

Makanan khas selanjutnya yang tak kalah nikmat adalah pallu mara. Arti dari pallu mara sendiri adalah kuah yang kental. Ya, jadi hidangan ini terdiri dari olahan ikan yang dimasak dengan kuah kental yang kaya akan rempah. Untuk menghadirkan rasa segar, masakan ini menggunakan asam jawa.

Nah, yang membuat kuah pallu mara kental adalah proses memasaknya bisa lebih dari dua kali. Dengan begitu, bumbunya pun semakin meresap ke dalam ikan. Masakan Makassar ini dibandrol dengan kisaran harga Rp 20.000 per porsinya. Jangan lupa makan bersama nasi atau ketupat jika ingin lebih kenyang, ya.

Pallu Basa

Selain pallu mara, ada pula makanan khas Makassar yang bernama pallu basa. Jika pada pallu mara lebih meng-highlight olahan ikan, maka pallu basa menggunakan jeroan sapi atau kerbau sebagai bahan utamanya. Jeroan tersebut direbus dalam waktu yang lama bersama bumbu rempah khas Makassar, sehingga kuahnya menjadi kental dan meresap ke jeroan.

Pallu basa mulanya hanya disajikan untuk keluarga kerajaan saja, namun berisi daging sapi. Nah, kini hidangan tersebut disajikan untuk masyarakat luas dengan mengganti jeroan sapi atau kerbau sebagai isiannya.

Pallu Ce’la

Masih dengan nama depan “pallu”, masakan yang satu ini menggunakan ikan sebagai bahan utamanya, bisa berupa ikan bandeng, ikan tuna, ikan tembang, atau cakalang. Selanjutnya, ada bumbu-bumbu penting seperti kunyit, serai, lada, cabai, salam, dan garam, untuk membuat cita rasa sedap.

Menu ini bahkan bisa tahan lebih lama dibanding masakan lain, karena proses pengolahannya pun cukup lama. Selain bisa menemukannya di resto atau rumah makan khas Makassar, pallu ce’la kerap disajikan saat acara keagamaan atau upacara adat tertentu.

Cururu Bayao

Cururu bayao adalah makanan khas Makassar dari jenis kue. Kue yang satu ini tentu memiliki cita rasa manis, karena terbuat dari telur, susu, gula pasir, dan kenari. Kue berbentuk bulat pipih ini memiliki tekstur lembut dengan aroma telur yang kuat. Tak hanya itu, warna kue ini pun seperti kuning telur, sangat menggugah selera.

Karena rasanya sangat manis, Anda bisa imbangi dengan secangkir teh atau kopi saat menyantap cururu bayao. Lantas, berapa harganya? Baik di pasar tradisional maupun toko oleh-oleh, harga kue khas Makassar ini dibandrol harga mulai Rp 3000 per bijinya.

Barongko

Selanjutnya, ada makanan khas suku Bugis Makassar, yakni barongko. Camilan yang berbahan dasar pisang ini menjadi favorit banyak orang, bahkan wisatawan mancanegara. Cara pembuatannya adalah dengan menghaluskan pisang, lalu dicampur dengan gula pasir, sedikit garam, telur, dan santan.

Dari bahan-bahan tersebut, sudah bisa dibayangkan ya, rasa barongko memang gurih manis. Bahan yang sudah tercampur tersebut kemudian dibungkus dengan daun pisang, lalu dikukus hingga matang.

Jadi, makanan khas Makassar apa saja yang menurut Anda menarik untuk dicoba? Soal rasa, jangan ditanya, karena menggunakan bumbu khas Makassar dan teknik pengolahan yang unik, dijamin rasanya bikin nagih! Sangat disayangkan jika Anda berlibur ke ibukota Sulawesi Selatan tanpa mencicipi kulinernya.

Leave a Comment