12 Makanan Khas Bali yang Harus Masuk Bucketlist Anda

Siapa sih yang tidak terkesan dengan keindahan pulau Bali? Pulau yang satu ini sangat kaya akan wisata, mulai dari wisata alam, wisata religi, wisata sejarah, hingga wisata kuliner. Nah, berbicara tentang kuliner, Bali kerap menggunakan bumbu kuning yang kaya akan rempah, sehingga cita rasanya cenderung pedas gurih.

Lantas, apa saja sih makanan khas Bali yang terkenal, unik, dan wajib dicoba? Yuk simak informasinya!

Sate Lilit

Jika sate pada umumnya berupa daging yang ditusuk pada lidi atau bambu tipis, maka sate khas Bali menggunakan batang serai. Ya, daging yang digunakan bisa berupa daging ayam, daging sapi, ikan tengiri, atau daging babi yang dicincang dan dibumbi, kemudian dililitkan pada batang serai.

Jangan khawatir, hampir semua rumah makan di pulau Dewata menyediakan menu unik ini, bahkan dengan beragam pilihan daging. So, jangan lupa icip!

Nasi Campur Bali

Menu yang satu ini sebenarnya seperti nasi rames pada umumnya, tapi dibumbui dengan bumbu base genep atau bumbu khas Bali. Lauk untuk nasi campur ini pun beragam, mulai dari ayam suwir, telur rebus, sate lilit, hingga tempe tahu.

Selain lauk utama, nasi campur dilengkapi kacang tanah goreng, sambal matah, serta lalapan. Nah, di resto-resto Bali, nasi campur ini sering dihidangkan dengan alas daun pisang dan piring bambu, membuatnya tampilannya terkesan tradisional.

Ayam Betutu

Tentu sudah tak asing ya dengan makanan khas Bali yang satu ini? Ya, ayam betutu termasuk masakan Bali yang terkenal akan kelezatannya. Cara mengolah ayam betutu adalah dengan memasukkan bumbu rempah ke dalam perut ayam utuh, lalu dibungkus daun pisang. Ayam tersebut lalu dipanggang menggunakan api sekam sehari semalam.

Dengan bumbu rempah serta teknik pengolahan yang tepat, maka akan menghasilkan hidangan ayam betutu bercita rasa pedas gurih. Anda akan menjumpai ayam betutu di berbagai upacara adat atau keagamaan, serta di beberapa resto Bali.

Serombotan

Jika di daerah lain menu berupa rebusan sayur yang disiram dengan bumbu kacang disebut pecel, maka di Bali disebut serombotan. Yang membuat hidangan ini unik adalah disertai terong bulat dan pare. Selain itu, bumbu yang dihaluskan antara lain bumbu kacang, kunyit, lengkuas, dan kencur.

Makanan yang kaya akan gizi ini bisa didapat dengan mudah di pinggir jalan atau resto, harganya pun cukup terjangkau.

Sate Plecing

Selain sate lilit, pulau seribu pura ini memiliki sate plecing sebagai makanan khasnya. Seperti sate pada umumnya yang ditusuk, dibumbui, lalu dibakar, namun sate khas Bali ini dilengkapi dengan sambal plecing. Sambal plecing memiliki rasa yang gurih, pedas, dan segar, sehingga membuat tiap orang ketagihan.

Hidangan ini juga disertai dengan lalapan berupa timun dan tomat, untuk menambah kesegaran serta tampilan yang menarik. Sebagian besar resto di Bali menyediakan menu sate plecing dengan harga murah, jadi sangat sayang jika dilewatkan begitu saja.

Bebek Timbungan

Makanan khas Bali berikutnya adalah bebek timbungan, yakni hidangan berbahan utama bebek tua yang diungkep dalam waktu cukup lama. Ya, waktu yang dibutuhkan untuk proses memasaknya adalah 12 jam, sudah lengkap dengan proses ungkep dan kukus.

Api yang digunakan untuk memasaknya harus api kecil, sehingga bebek matang secara merata, tanpa gosong, dan bumbu meresap ke bagian dalam dagingnya. Tekstur dari bebek timbungan sangatlah empuk, ditambah rasanya yang gurih pedas dan lezat. Dijamin Anda akan ketagihan!

Rujak Bulung dan Kuah Pindang

Apa bedanya rujak biasa dengan rujak khas Bali ini? Komposisi rujak bulung adalah bengkuang, manga muda, kedondong, serta bulung atau rumput laut. Nah, irisan buah-buah tersebut lalu disiram dengan kuah ikan tuna atau pindang pedas. Sudah terbayangkan bagaimana rasanya?

Jangan salah, rasanya tetap segar seperti rujak dengan aroma ikan tuna atau ikan pindang. Jenis rumput laut yang digunakan pun berupa rumput laut jenis boni, sangat cocok dengan hidangan rujak kuah pindang.

Jukut Ares

Ada lagi makanan khas Bali yang tak kalah unik, yakni jukut ares. Makanan ini menggunakan batang pohon pisang muda sebagai bahan utamanya. Batang pohon pisang atau ares kemudian diiris tipis dan dimasak dengan bumbu base gede.

Seringkali hidangan ini ditambah dengan isian lain, yakni daging ayam, daging babi, daging entog, atau lainnya. Kuah jukut ares cenderung berwarna kuning tapi bercita rasa pedas, sama seperti makanan Bali pada umumnya.

Lawar

Lawar adalah makanan tradisional Bali yang pada mulanya menggunakan daging babi sebagai bahan utama. Namun, saat ini sajian lawar lebih beragam, ada yang terbuat dari daging bebek dan daging ayam.

Daging tersebut kemudian dimasak bersama aneka sayur serta bumbu khas Bali. Lawar termasuk menu kering, tanpa kuah, jadi lebih nikmat disantap bersama nasi hangat.

Tipat Blayag

Makanan khas Bali selanjutnya yang harus dicoba adalah tipat blayag. Yang menjadi ciri sajian ini adalah ketupat yang dibuat dengan daun aren atau daun enau. Ketupat tersebut lalu disajikan bersama suwiran ayam, urap, dan telur rebus. Tak jarang, orang-orang menambahkan sate lilit sebagai lauknya.

Isian tersebut kemudian disiram dengan kuah kuning khas Bali, yang pastinya memiliki rasa gurih, pedas, dan segar. Bagi Anda yang suka pedas, jangan lupa tambahkan sambal pada hidangan ini, ya!

Seafood Jimbaran

Pantai Jimbaran menjadi salah satu pantai yang ikonik di Bali, pasalnya memiliki menu seafood yang lengkap dan membuat ketagihan para wisatawan. Seafood dengan bumbu Bali tersebut bisa disantap di pinggir pantai saat matahari terbenam. Tentu kenikmatannya makin berlipat bukan?

Jangan khawatir, harganya ramah di kantong, terlebih jika Anda memesan porsi lengkap untuk satu rombongan. Kapan lagi makan seafood lezat dengan pemandangan indah dan harga murah?

Laklak

Laklak merupakan camilan khas Bali yang rasanya manis. Sekilas memang mirip kue serabi, namun cita rasanya berbeda. Kue yang terbuat dari tepung beras dan air ini memiliki dua varian warna, yaitu hijau dan putih. Untuk laklak hijau membutuhkan daun suji sebagai pewarna alaminya, sedangkan laklak putih menggunakan santan kelapa, sehingga rasanya lebih gurih.

Biasanya, laklak diberi toping parutan kelapa dan lelehan gula merah, sangat menggugah selera bukan? Makanan khas Bali yang satu ini dapat ditemukan dengan mudah di pinggir jalan atau pasar tradisional, khususnya pada pagi hari.

Cukup beragam ya, kuliner dari pulau seribu pura ini. Ada yang berkuah, kering, bercita rasa pedas, gurih, ada pula yang manis. Beberapa menu bahkan bisa didapat dengan harga murah di pasar tradisional maupun pinggir jalan.

Meski kini banyak inovasi makanan khas Bali yang disesuaikan dengan lidah orang luar negeri, tapi rasa otentiknya harus Anda coba! Rasa itulah yang menjadi identitas masakan Bali, jadi, jangan lupa icip kuliner yang otentik saat berkunjung ke pulau dewata.

Tinggalkan komentar