Apakah Hewan Avertebrata Hanya Cacing dan Serangga? Temukan Jawabannya Disini

hewan avertebrata

Kerap kali mendengar kata “avertebrata”, namun apakah mengerti makna kata itu? Hewan avertebrata atau bisa disebut invertebrates ialah kelompok hewan tanpa tulang belakang. Bisa dibilang hewan tersebut tidak memiliki ruas tulang di bagian punggung.

Sebaliknya, hewan vertebrata merupakan hewan bertulang belakang dan bertubuh simetris, diantaranya kelompok mamalia, reptil, dan amfibi.

Nah, di bawah ini adalah ciri-ciri dari hewan avertebrata yang paling menonjol dan wajib diketahui:

  1. Tidak memiliki tulang belakang
  2. Tidak memiliki tulang tengkorak, bahkan hampir semua anggota tubuhnya tidak bertulang
  3. Berkembangbiak secara vegetative atau generative
  4. Memiliki struktur tubuh sederhana
  5. Memiliki sistem pencernaan yang sederhana
  6. Mempunyai rangka luar
  7. System sarafnya terletak di atas saluran pencernaan makanan

Lebih jelasnya lagi, hewan yang tergolong avertebrata memiliki 3 lapisan embrionik, yaitu :

Endoderm

Endoderm merupakan lapisan terdalam yang terdiri dari paru-paru, hati, dan saluran pencernaan.

Mesoderm

Mesoderm atau lapisan tengah ini kemudian berkembang menjadi otot.

Ektoderm

Ektoderm adalah lapisan terluar yang kemudian berkembang menjadi sistem saraf dari hewan avertebrata.

Berdasarkan ciri-ciri di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa jenis hewan yang tergolong dalam hewan avertebrata adalah serangga dan cacing.

Jenis serangga dan cacing tersebut masih terbagi lagi ke dalam 8 jenis hewan yang lebih dikenal dengan sebutan 8 filum hewan invertebrates. Berikut ini akan diulas mengenai 8 filum hewan tersebut:

Annelida

Dalam bahasa Latin, Annelida berarti cincin kecil. Jadi Annelida merupakan filum yang terdiri dari cacing bersegmen.

Cacing bersegmen itu sendir memiliki 15.000 spesies modern, beberapa diantaranya ialah cacing tanah, lintah, dan pacet.

Sebagian besar filum yang satu ini ditemukan di lingkungan basah, baik di laut maupun air tawar. Bahkan di tanah basah pun bisa ditemukan filum annelida ini.

Hewan-hewan yang termasuk dalam filum annelida memiliki ukuran panjang beragam, mulai dari 1 mm hingga 3 meter.

Arthropoda

Sumber : granlane.com

Istilah arthropoda berasal dari bahasa latin, yakni ‘artha’ yang memiliki arti ruas atau buku, dan ‘podos’ yang memiliki arti kaki.

Dapat disimpulkan bahwa arthropoda adalah kelompok hewan yang berbuku-buku atau memiliki kaki beruas.

Filum hewan avertebrata yang satu ini cukup mudah ditemukan, baik di darat ataupun di laut. Ya, anggota dari filum arthropoda diantaranya adalah semut, kalajengking, lipan, laba-laba, lobster, dan masih banyak lagi.

Ciri khas hewan arthropoda adalah memiliki kerangka luar atau cangkang yang ukurannya menyesuaikan tubuh hewan tersebut. Jadi, semakin besar tubuh hewan otomatis semakin besar pula ukuran cangkangnya.

Coelenterata

Istilah ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu ‘coilos’ yang berarti rongga, dan ‘enteron’ yang berarti usus.

Ya, coelenterata adalah hewan yang ususnya berongga, atau lebih dikenal dengan sebutan hewan berongga.

Contoh dari hewan avertebrata dari filum coelenterata yaitu ubur-ubur. Ubur-ubur sama sekali tidak memiliki tulang dan bisa hidup bebas secara heterotrof.

Ia memiliki tentakel beracun yang bisa digunakan untuk melumpuhkan mangsanya, seperti plankton dan beberapa hewan kecil laut lainnya.

Echinodermata

Echinodermata terdiri dari dua kata bahasa Yunani, yaitu ‘echinos’ yang berarti duri, dan ‘derma’ yang berarti kulit. Sehingga arti dari echinodermata sendiri adalah hewan yang kulitnya berduri.

Filum ini hanya terdiri dari sekitar 7000 species, dimana semua spesiesnya hidup di laut. Ya, terumbu karang menjadi salah satu habitat sekelompok hewan avertebrata ini.

Lantas apa saja hewan laut yang tergolong filum echinodermata ? Yaitu bintang laut, bulu babi, landak laut, teripang, dan masih banyak lagi.

Mollusca

Sumber : jenis.net

Tidak asing lagi bukan dengan filum yang satu ini? Mollusca dapat diartikan hewan bertubuh lunak. Tentu saja Mollusca masuk ke dalam anggota hewan invertebrates, karena tidak memiliki tulang belakang.

Mollusca sendiri memiliki banyak anggota, baik di darat maupun laut. Bahkan, anggota mollusca banyak pula yang memiliki cangkang untuk melindungi tubuh lunaknya.

Hewan mollusca itu diantaranya bekicot, siput, kerang-kerangan, cumi-cumi, gurita, dan lainnya.

Nemathelminthes

Nemathelminthes terdiri dari dua kata bahasa Yunani, yaitu ‘nema’ yang berarti benang, dan ‘helminthes’ yang berarti cacing.

Kemudian nemathelminthes diartikan menjadi kelompok cacing yang bertubuh bulat panjang serta memiliki ujung yang runcing. Di Indonesia, filum ini sering disebut jenis cacing gilig.

Siapa saja anggota dari cacing gilig tersebut? Yakni cacing kremi, cacing perut, dan jenis cacing lainnya yang berujung runcing.

Platyhelminthes

Filum hewan avertebrata ini masih seputar cacing, hanya saja bentuknya pipih. Pada umumnya kelompok cacing pipih ini hidup di dalam tubuh organisme lain sebagai parasit, baik itu danau, sungai, atau laut.

Cacing jenis ini sangat sensitif terhadap cahaya, berbeda dengan cacing jenis lain yang tahan terhadap cahaya. Salah satu cacing yang tergolong dalam filum platyhelminthes adalah cacing pipih Bedford.

Porifera

Porifera merupakan kata latin dari berpori. Ya, filum ini beranggotakan hewan yang memiliki banyak pori, apalagi kalau bukan spons.

Spons bukan hanya tidak memiliki tulang, namun juga tidak memiliki sistem peredaran darah, pencernaan, serta sistem saraf.

Lalu dari mana spons mendapatkan makanan? Spons hanya mengandalkan aliran air yang masuk ke pori-pori mereka untuk mendapat oksigen, makanan, bahkan membuang limbahnya.

Spesies spons sendiri cukup beragam, dua diantaranya ialah spons kaca dan spons tabung kuning.

8 filum diatas membuktikan bahwa hewan avertebrata sangatlah beragam, bukan hanya cacing dan serangga yang selama ini kita kenal saja.

Bahkan, dari kedelapan filum tersebut pun masih terdiri dari ribuan spesies lagi. Jadi, jumlah hewan tanpa tulang belakang ternyata tidak kalah banyaknya dengan hewan bertulang belakang ya.

Leave a Comment