Hewan Landak yang Berduri Tajam Namun Dijadikan Peliharaan dan Berkhasiat Bagi Kesehatan

hewan landak

Siapa sih yang tidak tahu hewan landak? Hewan yang satu ini cukup terkenal di negara-negara Asia, Afrika, bahkan Amerika. Landak termasuk dalam kelompok hewan rodentia atau hewan pengerat.

Satwa ini memiliki rambut berbentuk duri tajam yang menyelimuti hampir seluruh anggota tubuhnya.

Duri-duri tajam landak tersebut juga sangat berguna untuk melindunginya dari serangan musuh. Hewan vivipar ini pada awal kelahirannya hanya memiliki sekitar 100 duri lembut. Ya, duri bayi landak berwarna putih dan tidak keras, apalagi tajam.

Namun, tanpa menunggu waktu lama, duri tersebut akan mengalami pengerasan dan berubah warna menjadi gelap. Semakin dewasa usia landak, maka semakin tajam dan keras pula duri yang dimilikinya.

Hewan landak merupakan herbivora yang sangat menyukai batang, khususnya pada bagian kulit kayu, dan daun-daunan. Oleh karena itu, landak dianggap sebagai hama pertanian.

Kerap kali tanaman padi dan jagung mengalami gagal panen karena ulah hewan berduri tajam ini.

Meski demikian, landak juga dijadikan santapan bagi sebagian masyarakat, khususnya daerah Kabupaten Karanganyar. Masyarakat Karanganyar banyak yang mengolahnya menjadi sate landak, kemudian diperjualbelikan.

Selain dijadikan santapan, landak pun kerap diburu untuk diambil durinya. Ya, di Mexico, duri landak sering digunakan sebagai bahan dasar hiasan kepala.

Duri yang ditata rapi akan dipadukan dengan bulu burung atau hewan unggas lainnya, hingga membentuk sebuah topi yang terlihat traditional.

Disamping bisa dijadikan topi hias, duri landak pun mengandung nutrisi yang berlimpah, diantaranya yaitu protein, lemak, kalsium, fosfor, sulfur, dan magnesium.

Kandungan tersebut membuat para ahli meyakini bahwa duri hewan landak mampu mengobati sakit gigi.

Nah, bagaimana langkah pengobatan sakit gigi menggunakan duri landak? Yakni hanya dengan membakar bagian pangkal duri landak hingga menjadi abu, kemudian masukkan abu tersebut ke dalam gigi yang sakit atau berlubang.

Duri tersebut memiliki sifat antibiotik yang berkhasiat dalam menyembuhkan sakit gigi dalam waktu yang tidak lama.

Perkembangbiakan Landak

Sumber : bobo.com

Jika setiap hewan landak memiliki duri tajam, maka bagaimana cara landak bereproduksi tanpa saling menyakiti? Spesies ini memiliki musim kawin tahunan, yaitu pada awal musim gugur.

Mulanya, landak betina akan memberi isyarat pada landak jantan bahwa ia siap berkembangbiak, yakni dengan mengeluarkan zat berbau harum. Kemudian landak jantan akan membalasnya dengan menyemprotkan air seni hingga mencapai si betina.

Proses selanjutnya adalah landak betina melengkungkan ekor ke atas punggungnya, dengan begitu bagian ekor yang tidak berduri menghadap ke atas, tanda bahwa dia siap dibuahi.

Dilanjutkan dengan landak jantan yang mengistirahatkan cakar tajamnya untuk memulai perkawinan. Proses-proses tersebutlah yang membuat keduanya tidak saling menyakiti saat bereproduksi.

Masa kehamilan hewan landak sendiri cukup lama, yaitu sekitar 7 bulan. Dalam kurun waktu yang lama tersebut, landak betina hanya bisa melahirkan satu keturunan saja. Hal ini menyebabkan populasi landak tidak begitu banyak.

Meski jumlahnya tidak sebanyak kucing dan anjing, namun landak terdiri dari beberapa jenis yang berbeda.

Untuk hewan landak berukuran mini sendiri, setidaknya ada 10 jenis yang dibedakan oleh warnanya. Apa saja jenis landak mini tersebut? Ini dia ulasannya:

Landak Mini Salt And Pepper

Landak jenis ini paling mudah ditemui dan kerap dijadikan peliharaan. Duri landak mini ini didominasi dengan warna putih pada bagian ujung, namun berwarna hitam di bagian pangkalnya. Bagian lain seperti wajah dan perut pun lebih didominasi warna putih.

Landak Mini Cinnamon

Mengapa dinamakan cinnamon? Karena landak mini satu ini memiliki kombinasi warna kayu manis, yaitu coklat, krem, dan putih. Bagian hidung landak jenis ini berwarna merah muda, sedangkan matanya berwarna hitam pekat. Bulu pada bagian perut landak mini cinnamon adalah putih.

Landak Mini Apricot

Hewan landak mini apricot memiliki perpaduan warna yang lebih rapi dari jenis lainnya. Durinya berwarna putih dengan aksen krem yang merata. Sementara pada bagian perut memiliki bulu berwarna putih. Landak mini apricot memiliki mata rubi yang cantik serta hidung yang berwarna merah muda.

Landak Mini Champagne

Satu lagi jenis landak mini yang bermata merah rubi dan berhidung merah muda, yaitu jenis champagne. Bedanya dengan landak apricot ialah duri putihnya beraksen keabu-abuan. Bagian perut landak ini tentu saja berwarna putih.

Landak Mini Cinnicot

Perkawinan antara landak mini cinnamon dan landak mini apricot, maka jadilah landak mini cinnicot. Ya, warna landak ini pun hasil kombinasi antara keduanya, sehingga menjadi berwarna putih beraksen emas namun agak pucat.

Landak Mini Snowflake

Landak mini yang satu ini sering dijadikan pilihan pecinta hewan untuk dipelihara, karena cukup terlihat menggemaskan. Warna duri hewan landak ini adalah perpaduan antara putih dan coklat.

Landak Mini Platinum

Nah, jenis landak ini sangat mudah dibedakan dari landak mini lainnya, karena memiliki warna putih, baik di bagian duri maupun bagian perutnya. Hanya saja, di bagian telinga, mata, dan hidungnya berwarna gelap.

Landak Mini Pinto

Landak mini pinto termasuk jenis yang langka dan sulit didapatkan. Jenis ini hampir mirip dengan mini platinum yang didominasi warna putih, bahkan pada bagian telinga sekalipun. Namun, memiliki pola gelap tak beraturan di bagian durinya.

Landak Mini Algerian

Sebaliknya, landak mini Algerian lebih didominasi warna hitam, terlebih di bagian pangkal duri, telinga, dan moncong hidungnya. Banyak yang menyebutnya landak topeng, karena pola hitam pada moncong hidungnya.

Landak Mini Albino

Hewan landak mini jenis ini sangat didominasi oleh warna putih cerah, sementara bagian matanya berwarna merah menyala. Sangat mudah dibedakan dengan landak lainnya.

Meski jenis-jenis landak mini di atas bisa dijadikan hewan peliharaan, namun landak tetaplah landak, memiliki duri yang tajam dan berbahaya. Maka, perlu lebih hati-hati dalam perawatannya. 

Leave a Comment