10 Makanan Khas Jogja yang Terkenal, Sayang Jika Dilewatkan

Apa yang terlintas di pikiran Anda saat mendengar kata “Jogja”? Wisata? Budaya? Kulinernya? Ya, jogja sangat identik dengan 3 hal tersebut, terutama kulinernya. Makanan khas Jogja tidak perlu diragukan lagi kelezatannya, karena menggunakan bahan-bahan lokal yang diolah dengan teknik tradisional, sehingga rasa otentiknya memanjakan lidah.

Selain lezat, harga kuliner Jogja jauh lebih terjangkau dibanding kota-kota besar lainnya. Ingin berlibur ke Jogja? Jangan lewatkan kuliner khasnya seperti berikut ini:

Gudeg

Ya, tentu gudeg  berada di urutan pertama dalam daftar kuliner Jogja yang wajib dicoba. Proses memasak masakan berbahan dasar nangka muda ini cukup lama, tak heran jika bumbu sangat meresap ke dalam nangkanya. Tekstur nangka pun menjadi sangat empuk dan lembut, karena dimasak bersama santan dalam waktu lama hingga berwarna coklat.

Masakan bercita rasa manis ini kerap disajikan bersama nasi, telur, ayam, dan sambal goreng krecek. Anda pun dapat menemukan penjual gudeg hampir di setiap sudut kota Jogja. Soal harga, tak usah ditanya, sudah pasti terjangkau, terlebih jika Anda membelinya di pasar tradisional.

  • Oseng-oseng Mercon

Bagi penggemar pedas, tidak boleh ketinggalan mencicipi makanan khas Jogja yang satu ini. Sesuai dengan namanya, lidah Anda akan merasa pedas dan panas seperti terkena mercon atau petasan. Ya, di dalam menu ini tentu terdapat cabai rawit yang jumlahnya cukup banyak.

Selain cabai, terdapat pula tetelan daging seperti ati ampela, koyor, dan kikil sapi. Tidak lupa sertakan jahe dan lengkuas untuk membuat daging lebih nikmat. Karena terdiri dari cabai yang cukup banyak, maka kuah oseng-oseng mercon cenderung berwarna merah. Bagi yang suka cita rasa asam segar, Anda bisa tambahkan perasan jeruk nipis di hidangan traditional ini.

  • Sate Koyor

Sate koyor adalah menu yang terbuat dari lemak sapi. Ya, menu ini tercipta karena pada zaman dahulu hanya kaum bangsawan saja yang sanggup membeli daging sapi, sehingga banyak penduduk yang memanfaatkan lemak sapi sebagai gantinya. Meski begitu, rasa hidangan ini tak kalah lezat dengan sate sapi.

Bumbu yang digunakan untuk sate ini cukup lengkap, mulai dari bawang merah, bawang putih, kemiri, cabai, lengkuas, serai, daun salam, jeruk, kecap, merica, ketumbar, dan beberapa bahan lainnya. Sebelum dibakar, koyor ditumis dahulu bersama bumbu yang dihaluskan, lalu diungkep selama 30 menitan. Proses inilah yang membuat sate koyor tak kalah nikmat dengan sate lainnya.

  • Tiwul

Makanan khas Jogja selanjutnya adalah tiwul, yang termasuk dalam jajanan pasar. Tiwul ini berbahan dasar singkong, sehingga memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi. Jadi, Anda bisa menggunakannya sebagai pengganjal perut saat di perjalanan.

Jajanan ini biasa diberi parutan kelapa di atasnya untuk menciptakan rasa gurih. Anda dapat menemukannya di pasar tradisional atau di penjual jajanan keliling saat berada di Jogja. Jangan khawatir, harga tiwul sangat terjangkau, bahkan bisa didapat dengan harga Rp 3000 saja.

  • Sate Klathak

Kuliner unik Jogja berikutnya yaitu sate klathak. Ada beberapa versi cerita asal usul nama sate klathak, salah satunya adalah saat daging kambing muda yang dibakar lalu ditaburi garam akan berbunyi ‘klathak-klathak’. Sate khas Jogja ini umumnya menggunakan daging kambing muda, sehingga rasanya lebih nikmat.

Keunikan lainnya adalah tusuk yang digunakan bukan terbuat dari bambu, melainkan dari jeruji sepeda. Bumbu yang digunakan pada sate ini jauh lebih sederhana dibanding sate lainnya, yakni hanya garam saja. Ya, tidak ada kecap ataupun bumbu kacang, tapi rasanya tetap memanjakan lidah.

  • Bakpia Pathuk

Tentu makanan yang satu ini sudah tidak asing lagi bukan? Kerap dijadikan oleh-oleh setelah berkunjung ke Jogja, bahkan di beberapa toko selain Jogja pun sudah tersedia. Camilan dengan tekstur krispi di luar ini memiliki rasa yang cenderung manis, sehingga cocok dinikmati bersama secangkir teh atau kopi.

Kini bakpia pathuk memiliki banyak varian isi, seperti kacang hijau, keju, coklat, hingga durian. Jadi, Anda bisa menyesuaikan dengan selera Anda. Selain itu, dalam satu box bisa terdiri dari 15 atau lebih bakpia yang bisa dibagi dengan teman atau keluarga.

  • Belalang Goreng

Pernah mencoba belalang goreng? Makanan unik ini bisa Anda temukan di daerah Gunungkidul, Yogyakarta. Ya, di pinggir jalan daerah Gunungkidul terdapat penjual yang berjajar menawarkan makanan khas Jogja yang unik ini.

Meski terbilang aneh, tapi cita rasa belalang goreng sangat enak, karena dibumbui dengan bawang putih, garam, cabai, dan ketumbar. Bahkan beberapa penjual ada yang menambahkannya dengan rasa manis caramel agar menarik perhatian pembeli. Tekstur dari belalang goreng sendiri adalah renyah, cocok untuk camilan kapanpun dimanapun.

  • Bakmi Jawa

Bakmi jawa merupakan kuliner khas Jogja selanjutnya yang wajib Anda coba. Kuliner ini berupa bakmi rebus yang diolah menggunakan bumbu khas masakan jawa. Banyak yang menjadikan bakmi jawa masakan favorit karena tekstur mie-nya lembut dan rasanya yang gurih.

Makanan yang satu ini lebih cocok disantap saat sore atau malam hari, namun tidak ada salahnya jika Anda menyantapnya saat pagi atau siang hari.

  • Jadah Tempe

Selain bakmi jawa, Anda juga harus mencoba jadah tempe khas Jogja. Makanan ini termasuk jajanan tradisional yang berasal dari daerah Kaliurang, Kabupaten Sleman. Seperti namanya, kuliner ini mengombinasikan jadah dan tempe bacem. Untuk menambah rasa gurih, maka diberi pula parutan kelapa di atas jadah.

Kombinasi ini menghasilkan cita rasa yang manis gurih, namun bagi pecinta pedas bisa menambahkan cabai rawit agar rasanya lebih mantul. Meski termasuk camilan, tapi jadah tempe bisa mengenyangkan perut, terlebih bagi Anda yang sedang berada di perjalanan.

  1. Cenil

Cenil adalah salah satu makanan tradisional yang terkenal di penjuru Jawa, termasuk daerah Yogyakarta. Makanan yang berbahan pati ketela pohon ini memiliki rasa yang cenderung manis, terlebih jika ditambah lelehan gula merah atau taburan gula pasir di atasnya. Bentuk cenil bervariasi, bisa bulat, lonjong, hingga kotak, dan warnanya pun beragam, diantaranya merah, hijau, dan kuning.

Untuk memberi rasa gurih, diberi taburan kelapa parut di atas cenil. Nah, makanan bertekstur lengket ini dapat Anda temukan di pasar tradisional, pinggir jalan, atau pedagang keliling. Kisaran harganya pun sangat murah, mulai dari Rp 3000 saja per porsinya. Makanan khas Jogja ini biasa dibungkus dengan daun pisang agar tampak lebih traditional.

Itu dia beberapa kuliner Jogja yang wajib Anda coba. Belum ke Jogja jika belum mencoba salah satu dari deretan menu di atas. Jangan khawatir, harganya sangat terjangkau, cara menemukannya pun mudah. Bahkan, beberapa makanan khas Jogja sudah bisa dipesan dengan cara online dan dikirim ke luar kota dengan mudah. Jadi, tunggu apa lagi ? Yuk beli kuliner khas kota pelajar sekarang dan nikmati kelezatannya!

Tinggalkan komentar