Daftar Makanan Khas Maluku yang Fenomenal dan Wajib Dicoba

Apa yang terlintas dipikiran Anda saat membicarakan daerah Maluku? Rempah-rempah? Ya, Maluku sangat kaya akan rempahnya, bahkan orang Eropa menyebutnya sebagai “Kepulauan Rempah-Rempah”. Popularitas rempah di wilayah timur Indonesia itu membuat makanan khas Maluku identik dengan bumbu rempahnya, terutama pala dan cengkeh.

Selain rempah, tanah Maluku juga terkenal dengan sagunya, bahkan penduduk disana menjadikan sagu sebagai pengganti nasi. Tak heran jika banyak kuliner Maluku yang menggunakan sagu sebagai bahan dasarnya.

Lantas, apa saja kuliner yang unik, terkenal dan wajib dicoba saat berkunjung ke Kepulauan Maluku? Ini dia ulasannya.

Papeda

Siapa yang tak kenal papeda? Makanan paling tersohor di Maluku dan Papua ini kini sudah dijajakan hampir ke seluruh Indonesia.  Tentu saja tepung sagu menjadi bahan utama papeda, yang kemudian diolah hingga bertekstur kental dan lengket serta terlihat seperti bubur.

Rasa papeda ini cenderung tawar, jadi perlu diimbangi dengan lauk seperti ikan tongkol. Makanan khas Maluku yang satu ini sangat tinggi akan serat namun rendah kalori, sehingga menyehatkan. Jika ada upacara adat atau acara penting, menu papeda selalu ada.

Ikan Kuah Pala Banda

Mengapa dinamakan ikan kuah pala banda? Karena kudapan ini berasal dari Kepulauan Banda yang ada di Maluku Tengah. Bahan dasar makanan ini biasanya berupa ikan kakap atau ikan kerapu, lalu dibumbui dengan rempah khas Maluku.

Rasa yang dimiliki ikan kuah pala banda yaitu pedas asam, cocok bagi penggemar pedas. Anda bisa menyantapnya bersama nasi, sambal bekasang, serta ulang-ulang agar lebih nikmat. Jangan khawatir, banyak resto atau rumah makan Maluku yang menyediakan menu ini dengan harga miring.

Sambal Colo-Colo

Sumber : youtube.com

Masih dengan kudapan yang cocok untuk pecinta pedas, yaitu sambal colo-colo. Sambal yang berasal dari Ambon ini terbuat dari cabai rawit, bawang merah, tomat muda, garam, serta jeruk nipis yang diulek halus. Akan lebih nikmat jika Anda menyantapnya bersama nasi hangat dan beberapa lauk.

Masyarakat Ambon kerap menyampurnya dengan rarontang, daun kemangi, dan kecap untuk menambah cita rasa sambal colo-colo. Penasaran bagaimana rasa otentiknya? Segera kunjungi Ambon, Maluku dan icip sambal khasnya!

Manisan Pala

Tumbuhan pala berasal dari Kepulauan Banda, Maluku, tak heran jika banyak makanan hasil olahan buah pala, dan bijinya digunakan sebagai bumbu rempah. Buah pala sendiri memiliki aroma yang khas, berbentuk bulat lonjong, serta berwarna kuning. Pala yang akan dijadikan manisan harus dipisah dengan bijinya terlebih dahulu.

Setelah dipisah dengan biji, daging buah pala kemudian diolah menjadi manisan. Makanan khas Maluku ini terdiri dari dua jenis, yaitu manisan pala basah dan manisan pala kering. Keduanya bercita rasa manis sedikit pedas, cocok untuk dijadikan camilan di pagi atau siang hari.

Nasi Lapola

Sumber : Youtube.com

Jika berkunjung ke Maluku, makanan yang satu ini juga tak boleh ketinggalan untuk dicoba. Nasi lapola berbahan dasar beras, kacang tolo, dan kelapa muda yang diparut. Beras yang sudah dicuci bersih kemudian dimasak setengah matang, lalu tambahkan kelapa parut serta beberapa bumbu seperti bawang merah, bawang putih, jeruk nipis, dan cabai merah.

Nasi lapola bisa disantap bersama aneka lauk, entah ikan teri, ikan tongkol, ayam, atau lainnya. Jangan lupa sertakan pula sambal colo-colo lengkap dengan lalapannya agar cita rasanya Maluku banget.

Sambal Kenari

Selain sambal colo-colo, masyarakat Maluku memiliki olahan sambal yang rasanya tak kalah nendang, apa lagi kalau bukan sambal kenari. Seperti namanya, bahan terpenting untuk sambal ini adalah kacang kenari sangrai. Kenari kemudian diulek bersama cabai merah, bawang merah, lemon, terasi bakar, gula pasir dan garam.

Anda bisa menjadikan sambal kenari sebagai teman nasi lapola atau hidangan lainnya. Jangan lupa siapkan air putih karena sambal ini terasa pedas tapi nagih.

Nasi Jaha

Sumber : Wikipedia.com

Makanan khas Maluku selanjutnya adalah nasi jaha, makanan yang berbahan dasar beras ketan serta santan kelapa. Uniknya, kedua bahan tersebut dimasukkan ke dalam bambu lalu dibakar hingga menjadi nasi yang matang sempurna. Agar nasi mudah dikeluarkan, bagian dalam bambu dilapisi dahulu dengan daun pisang.

Selain beras ketan dan santan, beberapa bumbu rempah juga harus ikut dimasukkan agar menggugah selera. Nah, rasa dari nasi jaha ini cenderung gurih dengan sedikit pedas dari rempahnya. Anda bisa menyantapnya bersama lauk, sambal colo-colo atau sambal kenari, serta lalapan.

Ikan Bakar Dabu-Dabu

Ikan bakar dabu-dabu merupakan makanan Maluku yang sudah populer hampir di seluruh Indonesia. Hal ini karena  rasa asam pedasnya yang membuat setiap orang jatuh cinta saat mencobanya. Uniknya, bumbu untuk ikan bakarnya hanya menggunakan perasan jeruk nipis dan garam saja, sehingga rasanya lebih original tapi tidak amis.

Ikan yang sudah dibakar lalu diberi siraman sambal dabu-dabu pada bagian atasnya. Nah, sambal dabu-dabu inilah yang membuat rasa menjadi asam pedas. Sambal dabu-dabu sendiri berarti sambal mentah, yang terdiri dari irisan cabai, irisan bawang merah, tomat, dan perasan jeruk nipis, lalu disiram minyak goreng panas.

Ikan Kuah Kuning

Sumber : Tagar.id

Makanan khas Maluku selanjutnya adalah ikan kuah kuning, makanan favorit para wisatawan. Sesuai dengan namanya, kuah dari olahan ikan ini berwarna kuning yang berasal dari kunyit. Ikan yang digunakan pun biasanya berupa ikan cakalang atau ikan tongkol, sehingga dagingnya lebih banyak.

Masakan ini bercita rasa asam dan segar, sebab terdapat perasan jeruk nipis di dalamnya. Nah, agar rasanya Maluku banget, sebaiknya santap ikan kuah kuning bersama papeda dan tidak lupa menambahkan cabai rawit.

Lalampa

Jika Anda sudah familiar dengan lemper yang ada di Jawa, maka lalampa tidak jauh beda. Ya, makanan ini berbahan dasar nasi ketan yang dibungkus dengan daun pisang. Namun isian lalampa biasanya berupa ikan tongkol atau ikan cakalang yang diolah bersama bumbu rempah, berbeda dengan lemper yang biasa diisi dengan abon.

Selain itu, perbedaan terletak pada cara memasaknya, jika lemper dikukus, maka lalampa justru dibakar di atas bara api. Sebelum dibakar, lalampa yang sudah dibalut daun pisang akan diolesi minyak sayur terlebih dahulu. Minyak sayur itulah yang membuat aroma lalampa menjadi harum, bahkan meresap hingga ke dalam.

Sambal Pepaya

Sumber : Youtube.com

Masih ada lagi sambal khas tanah Maluku, yaitu sambal pepaya. Pepaya yang digunakan adalah pepaya muda, jadi langkah pertama yakni menghilangkan getah dari buah tersebut. Cara menghilangkan getahnya dengan memotong kecil-kecil pepaya, ditaburi garam, lalu remas-remas hingga garam tercampur rata. Selanjutnya, bilas bersih pepaya muda tersebut.

Nah, jika getah sudah hilang, buah pepaya muda bisa dihaluskan bersama cabai, bawang merah, bawang putih, lada, lengkuas, kenari, terasi, dan garam. Setelah halus, sambal tersebut ditumis hingga matang.

Cukup variatif bukan makanan khas Maluku ini? Mulai dari makanan berat, makanan ringan, hingga aneka sambal dengan bumbu dan rempah yang khas ada disana. Jadi, kapan berkunjung ke tanah kelahiran Pattimura dan mencicipi hidangan khasnya?

Tinggalkan komentar